Jakarta - Sejak mulai dibangun pada Oktober 2013 silam, pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta terus menunjukkan perkembangan. Hingga September 2017, progres konstruksi MRT Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran HI telah mencapai 80,15%.

"Per 25 September perkembangan konstruksi kami sudah mencapai 80,15 persen secara keseluruhan. Selain itu, pemasangan track railway (rel) juga telah dilakukan dan sudah sepanjang 1.360 meter terpasang dari keseluruhan total panjang rel, yaitu ±36 ribu meter. Dengan perkembangan ini, dapat dipastikan MRT akan beroperasi sesuai jadwal," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam keterangan resminya seperti dikutip di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Pengerjaan proyek MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 90,22%, sementara struktur layang telah mencapai 70,16%.

Pada fase pertama ini, terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun, yakni tujuh stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan enam stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).

Panjang jalur Lebak Bulus - Bundaran HI adalah 16 kilometer (km), yang dapat melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta, yang terdiri dari 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali.

Kereta akan dioperasikan secara otomatis atau tanpa masinis, melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC), yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia. Selain itu, rel kereta MRT Jakarta akan menggunakan Direct Fixation Tract, Anti Vibration Sleeper, PC Sleeper, dan Ballasted Track.

"Rel kereta api fase pertama ini berstruktur Direct Fixation Tract dengan Anti Vibration Sleeper, untuk jalur layang, dan Direct Fixation Track dengan PC Sleeper untuk jalur bawah tanah, dan Ballasted Track untuk di depo," ujar William.

Adapun pembangunan MRT fase kedua Bundaran HI-Kampung Bandan ditargetkan mulai Oktober 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni selatan-utara dan timur-barat (Cikarang, Bekasi-Balaraja, Banten). Koridor timur-barat akan mulai dibangun pada tahun 2020, membentang sepanjang 87 km. (eds/wdl)