Masinis kereta api (foto: instagram @keretaapikita) 

Jakarta Pada akhir 2019 Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan ini akan dihubungkan dengan moda kereta api. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Garongkong, Jumat 27 Oktober 2017, kemarin.‎ 

"Paling tidak akhir 2019 nanti dermaga akan selesai diperpanjang dari 250 meter menjadi 750 meter dan nantinya akan dihubungkan dengan moda kereta api yang pada 2019, nanti sudah terbangun konstruksinya sepanjang 107 km," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Pelabuhan Garongkong di Provinsi Sulawesi Selatan ini sangat ideal karena mempunyai kedalaman laut yang bagus dan mempunyai breakwater alami.

"Pelabuhan Garongkong mempunyai kedalaman laut yang bagus yaitu 12 meter-16 meter serta mempunyai breakwater alam yaitu sebuah pulau, oleh karenanya Pelabuhan Garongkong ini sangat ideal," kata Budi. 

Dia menjelaskan, pembangunan perpanjangan dermaga akan dilakukan dengan anggaran APBN atau dikerjasamakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Nanti perpanjangan dermaga akan kita gunakan APBN atau Kerjasama dengan skema KPBU. Dalam 3-4 bulan akan dilakukan persiapan tender untuk pembangunan dermaga tersebut," lanjut dia. 

Nantinya Pelabuhan Garongkong juga akan mengakomodir 5 pabrik semen untuk kebutuhan logistiknya.

"Saya menugaskan Direktur Kepelabuhanan untuk melakukan studi agar Pelabuhan Garongkong ini punya kapasitas yang memadai agar bisa mengangkut batu bara untuk dan dari pabrik-pabrik semen yang ada di Sulawesi Selatan," ungkap Budi.

Selain itu, menurut Budi, Sulawesi Selatan potensi untuk terus berkembang. Ini karena provinsi tersebut mempunyai komoditas semen yang bagus.

"Sulawesi Selatan beruntung karena mempunyai lokasi yang bagus sehingga bisa mendirikan 5 pabrik semen. Dengan potensi bagus ini diharapkan Sulawesi Selatan dapat terus memaksimalkan potensi yang ada," tandas dia.