Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. (Metrotvnews.com/Aan Pranata)

Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengharapkan rel kereta api Trans Sulawesi bisa mulai digunakan pada 19 Oktober 2017. Momen tersebut dipilih karena bertepatan dengan momen ulang tahun Provinsi Sulsel ke-348. 

“Saya tidak mau tahu, kita sudah harus naik gerbong kereta 19 atau 20 Oktober nanti. Kemudian Maret 2018 saya mau rel kereta api sudah bertambah di atas 50 kilometer,” kata Syahrul di Makassar, Senin, 21 Agustus 2017.

Dibangun sejak tahun 2015 dengan APBN, jalur kereta api Trans Sulawesi akan menghubungkan jarak 2.000 kilometer antara Makassar di Sulsel dengan Manado, Sulawesi Utara. Tahap pertama menghubungkan Makassar-Parepare di Sulsel sejauh 145 kilometer.

Sejauh ini rel kereta telah terbentang 16 kilometer di kabupaten Barru, Sulsel. Namun sepanjang tahun 2017, belum ada perkembangan proyek. Rel terakhir dibangun tahun lalu.

Meski demikian, Syahrul menyatakan akan mengerahkan segala upaya agar gerbong kereta segera bisa beroperasi. Termasuk terus menjalin koordinasi dengan berbagai elemen terkait di pemerintah pusat.

“Saya sedang berusaha keras, mendorong kereta api kita segera mengambil gerbong. Supaya rel yang sudah dibangun setidaknya bisa mulai dimanfaatkan,” ujarnya.

Syahrul mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan lokomotif untuk kereta api di Sulawesi. Adapun gerbongnya masih harus dikonsultasikan lebih lanjut. Sebab konstruksi rel di daerah ini bakal berbeda dengan kereta umum di Jawa yang menggunakan sumbu kaki pendek.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan pada tahun ini pembangunan lanjutan rel kereta Trans Sulawesi masih menunggu pencairan dana APBN. Di samping itu, pemerintah juga berupaya merampungkan negosiasi lahan. 

“Arah Barru ke Parepare lahan sudah siap, dan tinggal dibayarkan saja jika anggaran sudah cair. Sebaliknya menuju kabupaten Pangkep sedang diusahakan,” kata Agus.

Agus juga berharap gerbong kereta mulai bisa beroperasi seadanya di jalur Trans Sulawesi. Meski belum bisa digunakan untuk mengangkut penumpang, setidaknya hal itu membuktikan keseriusan daerah memacu pembangunan infrastruktur.

“Kalau keretanya sudah jalan, itu membuktikan pembangunan berjalan. Sehingga pemerintah pusat bisa lebih memperhatikannya,” Agus menambahkan. 

(SAN)