Jakarta (4/4) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dianugerahi piagam penghargaan oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) atas keberhasilannya menutup 313 cikal bakal perlintasan sebidang KA hanya dalam waktu 2 (dua) bulan di awal tahun 2018 ini. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh CEO MURI, Jaya Suprana kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, bersamaan dengan diselenggarakannya Workshop Keselamatan Perkeretaapian. Program penutupan cikal bakal perlintasan sebidang merupakan upaya preventif di bidang keselamatan perkeretaapian. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program Quick Win Ditjen Perkeretaapian.

Pada kesempatan tersebut, Zulfikri menuturkan bahwa “Kegiatan Quick Win penutupan cikal bakal perlintasan sebidang dilakukan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan, sejak Januari 2018 hingga bulan Februari 2018 dengan target awal sebanyak 200 titik. Berkat keyakinan dan kerja keras rekan-rekan di lapangan, bisa realisasi menutup 313 titik cikal bakal perlintasan sebidang. Kami sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan dari Direktorat Teknis terkait, Pemda dan juga Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dengan ditutupnya cikal bakal perlintasan sebidang tersebut, harapannya jalur KA dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memenuhi aspek keselamatan”.

Sebelum penyerahan piagam penghargaan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, berkenan hadir dan membuka Workshop Keselamatan Perkeretaapian dengan tema “Sinergitas Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Upaya Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian”. Dalam sambutannya, Sugihardjo menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara prinsip perpotongan antara jalur KA dengan jalan dibuat tidak sebidang. “Pembangunan infrastruktur perkeretaapian yang semakin masif pastinya bersinggungan dengan jaringan jalan, perumahan dan penggunaan lahan lainnya. Persinggungan dengan jalur KA memunculkan kebutuhan akses atau perpotongan yang bila tidak ditangani secara optimal berimbas pada keselamatan perjalan KA. Untuk itu, kami menghimbau agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat meningkatkan sinergitas dalam memahami dan menangani isu terkait keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi perkeretaapian”.

Dalam rangkaian workshop tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada Daop dan Divre PT. KAI (Persero) yang telah berperan aktif dalam mensukseskan program penutupan cikal bakal perlintasan sebidang. Selain itu, juga disimulasikan prototipe sistem pengamanan pada perlintasan sebidang. Prototipe sistem pengamanan pada perlintasan sebidang ini menggunakan sensor deteksi kereta api yang bekerja secara mandiri dan otomatis. Teknologi ini merupakan produk kerjasama pengembangan BPPT yang dibiayai Kementerian Riset dan Teknologi. (wid/rei)