Jakarta (4/4) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan Ditjen Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) untuk mengevaluasi jadwal dan jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini berdasarkan masukan dan keluhan masyarakat pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Lintas Duri-Tangerang.

“Saya sudah instruksikan Ditjen Perkeretaapian dan PT KAI untuk menginventarisir dan mengevaluasi keluhan dari masyarakat terkait kereta Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Menhub di Jakarta, Rabu (4/4).

Seperti diketahui jalur KA Bandara saat ini hanya memiliki jalur baru dari Stasiun Batu Ceper ke Bandara Soekarno-Hatta. Sementara dari Stasiun Batu Ceper, Tanah Abang dan Sudirman masih menggunakan Jalur KRL. Hal tersebut menyebabkan Kereta Bandara harus berbagi jalur dengan KRL. Karenanya Menhub mengatakan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan meninjau situasi yang terjadi.

“Saya perintahkan untuk meninjau langsung. Insya Allah Jumat nanti akan kami bahas dan rapatkan langsung di Stasiun Duri,” sebut Menhub.

Menhub menambahkan saat ini keberadaan kereta bandara Soekarno-Hatta sudah dianggap mendesak karena jalan arteri maupun jalan tol dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat padat. Oleh karena itu, pengadaan Kereta bandara Soekarno-Hatta sudah harus dilakukan, walaupun masih menggunakan rel eksisting. Sebab jika harus menunggu rel khusus akan memakan waktu yang sangat lama, karena akan menyangkut pembebasan lahan.

“Dari hasil evaluasi nanti akan kita lihat bagaimana langkah kedepannya,” pungkas Menhub. (HH/TH/LP/BI)