Jakarta (27/10) Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan serta stakeholder terkait, yakni Pemprov Sumatera sejarah, Pemerintah Kota Palembang, Perum Damri, PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya dan PT. KAI (Persero) berencana untuk melaksanakan Uji Coba Integrasi Moda Transportasi LRT Sumatera Selatan dengan Damri dan Trans Musi. Uji coba ini akan berlangsung selama 2 bulan dari Nopember hingga Desember 2018. Selain uji coba integrasi moda, juga dilaksanakan uji coba tarif, uji coba integrasi sistem dan uji coba integrasi rute.

Ada yang istimewa dalam pelaksanaan uji coba integrasi moda ini, yang akan memberikan keuntungan bagi pengguna moda transportasi umum, nantinya pada saat pelaksanaan uji coba ini penumpang yang akan menggunakan berbagai moda transportasi umum menuju ke tempat tujuan hanya dikenakan pembayaran 1 kali (satu tarif) saja sebagai tarif integrasi. Selain itu, tarif yang dikenakan kini lebih murah dibandingkan tarif sebelum pelaksanaan uji coba ini. Sebagai perbandingan, mahasiswa yang hendak menuju ke Indralaya, sebelum uji coba ketika naik LRT Sumsel di Stasiun DJKA kemudian berpindah naik bus Damri total tarif yang harus dibayarkan semula sebesar Rp 13.000, dengan rincian: tarif LRT sebesar Rp 5.000 kemudian dan bus Damri sebesar Rp 8.000. Pada saat uji coba ini, mahasiswa yang menuju Indralaya cukup membayar tarif integrasi sekali saja sebesar Rp. 7.000. Lebih lanjut, penumpang yang telah membeli tiket integrasi tersebut dapat langsung melanjutkan perjalanan menggunakan moda berikutnya.

Berikut simulasi tarif integrasi yang akan dikenakan kepada para pengguna jasa yang akan segera diberlakukan:

1. Untuk integrasi LRT Sumsel, Damri ataupun Transmusi dengan rute Stasiun DJKA ke Indralaya (UNSRI):
a. Mahasiswa semula Rp.10.000 menjadi Rp. 7.000,- (LRT dan Damri).
b. Masyarakat Umum semula Rp.13.000,- menjadi Rp.10.000,- (LRT dan Damri)
c. Masyarakat Umum dan Mahasiswa semula Rp.15.000,- menjadi Rp.12.000,- (untuk integrasi 3 moda, yakni: LRT, Damri, Transmusi).

2. Sedangkan untuk integrasi antara moda LRT Sumsel dengan Transmusi yang berlaku bagi semua jurusan, adalah sebagai berikut:
a. Mahasiswa semula Rp. 10.000,- menjadi Rp.7.000,- (LRT dan Transmusi)
b. Masyarakat Umun semula Rp.10.000,- menjadi Rp.7.000,- (LRT dan Transmusi).

Selama masa pelaksanaan uji coba integrasi moda ini, waktu operasional LRT Sumsel akan mengalami perpanjangan jam operasional. Dari yang semula beroperasi dari pukul 06.00 - 18.00 WIB diperpanjang menjadi pukul 05.00 - 20.00 WIB. Adanya penambahan waktu operasional untuk LRT Sumsel ini, diharapkan dapat mensinergikan pelaksanaan integrasi moda transportasi umum yang ada. Lebih lanjut, akan dilakukan penambahan feeder untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang yang akan naik LRT Sumsel.

Sementara itu, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, “ Pelaksanaan uji coba integrasi moda transportasi umum ini diharapkan dapat mengubah budaya masyarakat Sumatera Selatan, khususnya yang berada di wilayah Palembang dan sekitarnya untuk mau beralih menggunakan moda transportasi umum untuk menuju ke tempat tujuan”. Ditambah lagi, saat ini Pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan untuk naik moda transportasi umum, seperti sudah mulai adanya integrasi diantara berbagai moda transportasi umum yang ada, serta pengenaan satu tarif yang lebih murah dari tarif sebelumnya yang dimaksudkan untuk semakin menumbuhkan minat masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan moda transportasi umum. Kedepan Pemerintah juga akan mengintegrasikan LRT Sumsel, Damri, Transmusi dengan bus air yang juga merupakan moda transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat di Palembang dan sekitarnya.(rei/ebn)

HUMAS Ditjen Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan