Jakarta (14/04) Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta maaf kepada masyarakat pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat Switch Over (SO) serta pengoperasian jalur dwi ganda (DDT) segmen Jatinegara – Cakung Jumat, 12 April 2019. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri di sela-sela pemantauan operasional kereta api pasca pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung.

Sebagai informasi, DDT segmen Jatinegara – Cakung merupakan bagian dari pembangunan jalur dwi ganda lintas Manggarai – Cikarang sepanjang 35 Km. Kegiatan SO serta pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung sepanjang 9,5 Km dilaksanakan setelah melalui proses sosialisasi 1 bulan sebelum akhirnya dilaksanakan kegiatan tersebut. Pembangunan serta pengoperasian DDT bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api, mengurangi susulan perjalanan kereta api serta yang terutama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Proses kegiatan SO yang telah dilaksanakan pada pukul 00.30 WIB, Jumat dinihari (12/04) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat window time atau pada saat lintasan sudah kosong mengingat operasi KRL pukul 04.00 WIB sudah kembali dimulai. Pemillihan pelaksanaan kegiatan pada window time dimaksudkan untuk mengurangi dampak terhadap operasional kereta api secara keseluruhan. Sebagaimana diketahui pada jalur ganda eksisting, baik itu Kereta Commuterline (KRL), maupun KA Jarak Jauh dan KA Lokal masih menggunakan jalur secara bersamaan. Dengan beroperasinya jalur dwi ganda, operasional KRL akan dipisahkan dengan operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal. KRL menggunakan jalur ganda eksisting sedangkan KA Jarak Jauh dan KA Lokal menggunakan jalur ganda yang baru.

Di saat window time ini pun pekerjaan SO juga harus mempertimbangkan pengoperasian KA Jarak Jauh yang datang dari arah timur menuju Jakarta. Sehingga praktis, waktu efektif pelaksanaan SO sangat terbatas. Pun demikian dengan jumlah SDM ataupun tenaga kerja yang dilibatkan pada kegiatan SO ini. Sebanyak ± 270 orang tenaga kerja bekerja pada waktu dini hari (di saat kebanyakan masyarakat sedang beristirahat) guna selesainya pelaksanaan SO tersebut. Penggunaan alat berat, yang biasanya digunakan untuk membantu penyelesaian SO tidak dimungkinkan karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan penempatan alat berat. Praktis pelaksanaan SO pada segmen Jatinegara ini mengandalkan tenaga ratusan pekerja yang telah melaksanakan berbagai persiapan sejak pukul 20.00 WIB.

Pada akhirnya, tepat pukul 04.45 WIB, Jumat (12/04) KA Taksaka sebagai kereta jarak jauh pertama yang melewati jalur ganda baru tersebut, diikuti oleh KA-KA jarak jauh lainnya. Hal ini merupakan sejarah baru dalam perkeretaapian, khususnya pengembangan perkeretaapian di Jabodetabek, karena setelah dinanti selama hampir ± 17 tahun (sekian lama), akhirnya jalur dwiganda tersebut dapat beroperasi, walaupun masih pada segmen DDT Jatinegara – Cakung.

Pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cakung, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub bersama PT KAI (Persero) dan PT KCI terus melakukan pemantauan terkait proses penguraian perjalanan kereta api yang mengalami penambahan waktu perjalanan pasca SO. Berbagai keluhan dan masukan yang disampaikan masyarakat, menjadi perbaikan serta pemicu semangat Pemerintah untuk menyelesaikan jalur dwiganda tersisa sepanjang 25,5 Km, sehingga apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera teratasi. “Pengoperasian DDT segmen Jatinegara – Cakung ini merupakan sesuatu yang baru, pada masa transisi (pasca SO) yang telah dilaksanakan ada dampak kepada masyarakat pengguna jasa kereta api, Pemerintah memohon maaf serta meminta kesabaran masyarakat sehingga pengoperasian DDT ini dapat memberikan manfaat bagi perjalanan masyarakat ketika menggunakan kereta api, ujar Zulfikri. Memasuki hari kedua dan ketiga pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cipinang, waktu perjalanan kereta api sudah mulai kembali normal dan membaik.

Untuk itu, Pemerintah memohon pengertian dan kesabaran masyarakat terhadap dampak yang terjadi pasca beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cakung ini. Pemerintah juga tetap memohon dukungan dari masyarakat, agar penyelesaian DDT lintas Manggarai – Cikarang, yang terus dikerjakan oleh Pemerintah dapat segera terwujud. Selain itu, dalam mendukung operasional DDT ini, Pemerintah bekerjasama dengan Pemprov DKI dan instansi terkait lainnya, akan melaksanakan penutupan beberapa perlintasan sebidang. Kepada masyarakat pengguna kendaraan berbasis jalan raya, diharapkan dapat menggunakan alternatif jalan lainnya seperti flyover ataupun underpass yang telah disediakan oleh Pemerintah bekerjasama dengan Pemda dan instansi terkait lainnya guna meningkatkan serta mewujudkan perjalanan kereta api dan tentunya perjalanan dari masyarakat itu sendiri ketika menggunakan kendaraan berbasis jalan.(rei)

HUMAS Ditjen Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan