PALEMBANG Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (10/5). Kunjungan Menhub ini terkait persiapan full operation LRT Sumatera Selatan yang dihadiri Wali Kota Palembang, Dirjen Perkeretaapian, Sesditjen Perkeretaapian, Direktur Prasarana Perkeretaapian, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Selatan, Kepala Divre III PT KAI (Persero), perwakilan PT Waskita Karya, Perum Damri, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J), dan mitra kerja/stakeholder terkait.

“Seperti diketahui, selama 11 bulan ini kita masih uji coba. Jadi, baru mengoperasikan 6 kereta dan nantinya akan dioperasikan 8 kereta. Banyak hal yang dilakukan. Oleh karenanya, kita akan rencanakan di bulan Juni, bisa 1 Juni atau 7-8 Juni, dilakukan suatu operasi yang level of services-nya jauh lebih baik dari sekarang” kata Menhub ditemui usai rapat.

Menhub menambahkan bahwa, saat ini headway masih di atas 30 menit dan nantinya akan ditekankan menjadi 15 menit. “Sedangkan waktu tempuh dari ujung ke ujung sebelumnya 62 menit, menjadi hanya 42 menit. Dengan demikian kebutuhan masyarakat di waktu puncak bisa ditekan dengan headway pendek dan waktu tempuh yang sedikit. Ini merupakan suatu standar yang kita buat sedemikian ketat. Kemudian bersama Wali Kota Palembang, kita akan mengatur antarmoda agar lebih bagus,” ujarnya.

Selain itu menurut Menhub, LRT di perkotaan mana pun pertama kali belum maksimal karena belum terpadunya angkutan antarmoda dan feeder dengan LRT. Dengan koordinasi ini dan sempurnanya sarana prasarana tentunya akan berjalan lebih bagus.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan bahwa, pihaknya menyambut baik apa yang diupayakan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, terkait LRT Palembang. “LRT merupakan suatu angkutan nyaman bagi masyarakat, yang nantinya menjadi salah satu angkutan alternatif masyarakat Kota Palembang. Kami sangat support, terutama mempersiapkan antarmoda yang baik sehingga masyarakat lebih nyaman, terlayani, itu yang kami harapkan. Apalagi dalam rangka optimalisasi 1 Juni LRT akan benar-benar secara riil melayani masyarakat,” pungkasnya.

LRT Sumatera Selatan merupakan LRT pertama di Indonesia yang telah beroperasi pada 23 Juli 2018, yang menghubungkan Stasiun Bandara-Stasiun DJKA dengan 13 stasiun. Banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang terkait infrastruktur massal modern nan canggih ini diantaranya, mengurangi kemacetan, waktu tempuh lebih singkat, bebas polusi, aman, nyaman, tarif relatif murah, dan dapat menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. (bpkarss)