Berita Sebelumnya

JADWAL OPERASIONAL BARU LRT SUMATERA SELATAN, JARAK TEMPUH HANYA 47 MENIT

Berita Selanjutnya

MONITORING DAN EVALUASI LANJUTAN KANTOR STAF PRESIDEN KE DEPO LRT SUMATERA SELATAN


JADWAL OPERASIONAL BARU LRT SUMATERA SELATAN, JARAK TEMPUH HANYA 47 MENIT

PALEMBANG - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (29/9). Kunjungan ini dalam rangka peninjauan LRT Sumatera Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Kepala Polisi Daerah Sumatera Selatan, Firli Bahuri, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rosita, dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan, I Made Suartika.

"Sabtu kemarin (28/9), LRT Sumatera Selatan persembahkan jadwal perjalanan baru. Jika sebelumnya waktu tempuh rute Bandara-DJKA ataupun sebaliknya 62 menit, maka mulai 28 September kemarin menjadi 47 menit. Sementara headway, yang sebelumnya 25 menit menjadi 18 menit. Kemudian, waktu berhenti kereta menjadi lebih singkat yakni 20 detik dari sebelumnya 30 detik," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat menaiki LRT dari Stasiun Bandara tujuan Stasiun DJKA, Minggu (29/9).

"Selamat kepada kereta api (Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, dan PT KAI Persero). Dari 62 menit menjadi 47 menit merupakan suatu yang luar biasa. Makanya saya mengucapkan selamat kepada teman-teman kereta api. Ini hal yang tidak gampang. Sekarang 47 menit, nanti kalau bisa jadi 40 menit," tambahnya.

Selain itu, Budi mengungkapkan, dengan perubahan ini, frekuensi perjalanan LRT pun menjadi bertambah, dari sebelumnya 58 perjalanan menjadi 78 perjalanan. Sementara, untuk jadwal perjalanan, yakni pukul 05.12 WIB-20.25 WIB dengan jadwal perjalanan terakhir dari Stasiun DJKA pukul 18.43 WIB dan 19.37 WIB dari Stasiun Bandara.

Sementara itu, setibanya di Stasiun DJKA, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, secara simbolis memberikan bantuan 10 bus BRT Transmusi kepada Pemerintah Kota Palembang, dalam hal ini Wali Kota Palembang, Harnojoyo.

"Semua pasti bertanya-tanya, apa hubungannya antara BRT Transmusi dengan LRT. Transportasi massal kota adalah suatu gabungan. Kalau di Palembang, anchor-nya adalah LRT dan BRT. Makanya kita berikan bantuan 10 bus Transmusi, integrasi antarmoda," katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, yang terus men-support bagaimana memberikan pelayanan transportasi yang nyaman dan aman bagi masyarakat Kota Palembang. "Di Palembang, ada 114 bus Transmusi. Dengan ditambahnya 10 bus, harapannya bisa memenuhi kebutuhan yang masih kurang. Kami juga mempunyai komitmen terkait memaksimalkan pelayanan LRT ini. Kami sudah membuat peraturan wali kota, yakni mewajibkan seluruh pegawai sebulan sekali setiap Selasa naik LRT," pungkasnya. (bpkarss)

 

 

Ikuti terus website djka.dephub.go.id untuk update berita seputar Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar kamu tidak ketinggalan berita!
Follow akun sosial media kami. Instagram : ditjenperkeretaapian Twitter : @perkeretaapian Youtube : Ditjen Perkeretaapian.

Komentar

Kirim Komentar