Berita Sebelumnya

JALUR GANDA KERETA API LINTAS MAJA – CITERAS – RANGKASBITUNG TELAH DI UJI COBA

Berita Selanjutnya

KADISHUB KOTA BOGOR : MENGUBAH KOTA SEJUTA ANGKOT MENJADI KOTA LRT


KADISHUB KOTA BOGOR : MENGUBAH KOTA SEJUTA ANGKOT MENJADI KOTA LRT

PALEMBANG – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam membatasi angkutan kota (angkot) yang beroperasi. Salah satunya dengan kajian operasional moda transportasi trem dan LRT. Hal inilah yang mendasari Dinas Perhubungan Kota Bogor melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rabu (9/10).

Dalam kunjungan ini, turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Rakhmawati, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Rizal, didampingi Kepala Seksi Perawatan dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Isyul Bahri.

“Jadi begini, kami dari Bogor ingin belajar tentang LRT Palembang. Hal ini karena Bogor juga dalam proses menuju ke sana (LRT). Nanti LRT di Kota Bogor juga harus disambut lagi (integrasi) dengan angkutan massal yang seperti apa. Kami juga coba mempelajari LRT supaya bisa memikirkan kira-kira waktu finish-nya atau pemberhentian terakhirnya ada di Terminal Baranangsiang, moda integrasi seperti apa yang bisa membawa masyarakat melanjutkan perjalanannya. Kami perkirakan, bisa sampai 80 ribu orang per hari yang akan naik LRT. Jadi, kami belajar tentang itu. Kami juga siapkan, apakah Bogor cocok untuk trem atau memang harus LRT. Ini sudah kami kaji. Kami sudah ada MS pendahuluan. Semoga menambah ilmu. Sehingga nanti hasil MS yang keluar bisa dipadukan dengan lapangan yang ada. Kalau sekarang, baru pra. Nanti kami bisa berikan masukan yang bagus ke depannya,” jelas Rakhmawati di sela kunjungannya ke depo LRT Sumatera Selatan.

Pihaknya mengatakan, Kota Bogor merupakan penyangga Ibu Kota DKI Jakarta. "Seputaran DKI angkutan massalnya sudah bagus. Jadi memang, Bogor mau tidak mau harus mengubah yang katanya kemarin Kota Sejuta Angkot menjadi Kota Trem atau LRT,” terangnya.

Menurutnya, LRT Palembang adalah hasil karya anak bangsa yang sangat luar biasa. ”Saya sudah bebarapa kali melihat LRT di luar negeri. Ternyata kita tidak kalah. Karya anak bangsa yang luar biasa. Apalagi, banyak produk dalam negeri. Saya sangat support. Ini juga akan menjadi virus positif buat kota lain. Pokoknya luar biasa dan hebat,” tutup Rakhmawati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Rizal, menuturkan, pihaknya sangat bersyukur dengan kehadiran LRT di Kota Palembang. ”Ini merupakan LRT pertama di Indonesia. Kami dari Dinas Perhubungan Kota Palembang sangat men-support. Apalagi, antarmoda di Kota Palembang cukup baik. Juga dari sungai, LRT, BRT memang harus terkoneksi dengan baik. Kami dari jajaran Dishub mendukung. Apalagi sudah ada edaran wali kota setiap satu bulan sekali, tiap Selasa harus naik angkutan umum, khususnya LRT. Mudah-mudahan ke depan, LRT lebih banyak lagi penumpangnya dan masyarakat mau beralih menggunakan LRT dalam aktivitas sehari-hari,” pungkas Agus Rizal. (bpkarss)

 

Ikuti terus website djka.dephub.go.id untuk update berita seputar Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar kamu tidak ketinggalan berita!
Follow akun sosial media kami. Instagram : ditjenperkeretaapian Twitter : @perkeretaapian Youtube : Ditjen Perkeretaapian.

Komentar

Kirim Komentar