Berita Sebelumnya

Upaya Pemerintah dan Operator Meningkatkan Kinerja Angkutan Kereta Barang di Sumbagsel

Berita Selanjutnya

Balai Perawatan Perkeretaapian Membuat Video Spesial HUT ke-75 Republik Indonesia


KERETA API MERAJUT KEBERAGAMAN INDONESIA

(Jakarta-12/8)- Demikian satu inti dari Webinar Transportasi Untuk merajut Kebersamaan, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan dalam rangka menyambut kemerdekaan RI yang ke-75 tahun dalam episode pertama dengan tema Perkeretaapian. Maksud webinar ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas peran penting transportasi untuk turut menjaga dan merajut keberagaman di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di perkotaan. Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat kian menyadari betapa pentingnya menjaga keberagaman masyarakatnya Indonesia, sehingga rasa toleransi kian meningkat. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan Indonesia lebih terjaga dan menjadi modal utama pemulihan Indonesia akibat pandemik menuju Indonesia Maju.


Dalam sambutannya menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Transportasi merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang perekonomian yang telah berkembang. Transportasi menjadi backbone dalam mendukung pembangunan nasional di segala bidang, mulai dari sektor ekonomi, hingga perekat wilayah nusantara dan merajut keberagaman identitas (agama, suku, budaya, ras, bahasa),".

Secara khusus pada sektor perkeretaapian, diakui bahwa moda ini belum tersedia di seluruh Indonesia namun dikatakan Menhub saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan proyek kereta api nasional, baik di wilayah barat, tengah,dan timur Indonesia. Hal ini dilakukan guna mengembangkan transportasi perkotaan berbasis kereta api untuk transportasi dan logistik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Kereta api menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari rakyat. Kereta api menjadi alat mobilitas dan konektivitas yang sangat fundamental dan termasuk paling ekonomis. Pengembangan proyek kereta api nasional di barat, tengah dan timur Indonesia, menjadi salah satu gagasan untuk menjadi misi pemerintah ke depannya guna membangun simpul konektivitas regional. Proyek ini guna mengembangkan transportasi perkotaan berbasis kereta api. Dalam artian, tidak hanya berbasis pada transportasi darat saja tetapi jalur kereta yang dibangun dan dikembangkan diharapkan dapat memfasilitasi semua lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menhub Budi.
“Transportasi untuk merajut keberagaman bisa dimaknai bahwa melalui pengembangan sistem transportasi, dapat membuka aksesibilitas untuk saling mengenal berbagai lapisan masyarakat dari beragam suka, agama, ras dan kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia. Seperti adanya pembangunan Jaringan KA Makassar Pare-pare, Double Track Jawa Selatan, KA Lintas Sumatera,” tutur Menhub.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang juga menjadi keynote speaker menjelaskan bahwa transportasi menjadi hal yang vital dalam merawat keberagaman. Mahfud menyebut terdapat tiga hal penting dalam transportasi sebagai perawat keberagaman. “Pertama, transportasi sangat dibutuhkan untuk adanya lalu lintas masyarakat sehingga dengan transportasi bisa saling mengetahui adanya keberagaman. Dengan terbukanya akses transportasi maka akan terjadi interaksi budaya berbeda tapi bertemu dalam aktifitas sosial maupun ekonomi. Transportasi yang mendorong mobilitas antar daerah sangat penting menempatkan semangat budaya. Kedua, transportasi merupakan urat nadi yang menghubungkan potensi satu daerah ke daerah lain. Di satu sisi akan memberi nilai lebih bagi potensi satu daerah. Disisi lain, akan mengurangi biaya distribusi jadi transportasi bisa mewujudkan Indonesia sebagai satu perekonomian nasional,” jelas Menkopolhukam.
Dan terakhir, Menteri Mahfud menambahkan bahwa konektivitas yang terbuka melalui sistem transportasi akan berkonstribusi terhadap penguatan persatuan bangsa. Sebab, dengan saling berinteraksi dan saling mengenal, rasa saling percaya dapat dibangun.
“Sekalipun mungkin transportasi terkadang hanya dipahami sebatas pemenuhan sarana dan prasarana untuk meningkatkan perekonomian melalui pembukaan akses lalu lintas orang dan barang, tapi sesungguhnya ia juga memiliki misi lain yang jauh lebih bernilai bagi kehidupan bangsa. Transportasi mengantarkan orang untuk mengenal orang lain. Transportasi mengantarkan orang untuk mengenal daerah dan budaya orang lain,” tutupnya.

Sebagai salah satu pembicara dalam Webinar ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri menyatakan bahwa sampai saat ini Jalur KA yang beroperasi di seluruh tanah air sepanjang 5.928,3 dengan rincian 1,796 km di Pulau Sumatera dan 4.131 km di Pulau Jawa. Sementara yang tidak/belum beroperasi total sepanjang 2.746,3 km dengan rincian 298,5 di Pulau Sumatera, 2.402,8 km di Pulau Jawa dan 45 km di Pulau Sulawesi. Sedangkan dalam kurun waktu 2015-2020 terbangun total panjang jalur 1.025, 62 km yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
Beberapa capaian konektivitas pembangunan jalur KA di wilayah Sumatera mencakup pembangunan jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, jalur KA Parabumulih – Kertapati, jalur ganda KA Martapura - Baturaja, jalur ganda KA Kotabumi – Cempaka, KA Bandara Kualanamu Medan, KA Bandara Internasional Minangkabau Padang, LRT Sumatera Selatan di Palembang, serta reaktivasi jalur KA Padang – Pulo Aer.
Sedangkan di Pulau Jawa, dalam kurun waktu 2015-2020, telah dibangun jalur ganda KA Kroya – Kutoarjo, jalur ganda KA Solo – Madiun, jalur ganda KA Madiun – Jombang, reaktivasi jalur KA Cian jur – Cipatat, KRL Jabodetabek, KA Bandara Soekarno Hatta, MRT Jakarta Tahap I, LRT Provinsi DKI Jakarta Tahap I, KA Prameks Yogyakarta – Solo, KA Bandara Yogyakarta International Airport, dan KA Padalarang – Bandung – Cicalengka.
Hingga tahun 2030 mendatang, diharapkan pembangunan jalur kereta api dapat merata di seluruh wilayah Indonesia dengan target 10.524 km jalur kereta api yang terbangun. Selain itu, diharapkan moda kereta api dapat terlaksana dengan terintegrasi, aman, selamat, nyaman, pelayanan handal dan terjangkau. “tegasnya.
Terkait dengan reaktivasi, Dirjen Zulfikri menyatakan bahwa dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang beberapa jalur masuk dalam reaktivasi, namun demikian semua disesuaikan dengan demand dan kemampuhan penganggaran. Oleh karena itu pemerintah tengah dan akan melibatkan pihak swasta dalam melakukan pembangunan dan pengembangan jalur lama maupun baru. Tentunya ditentukan dengan sekala prioritas. Ke depan pembangunan kereta api juga akan dilakukan di pulau lain misalnya Kalimantan, Papua atau Bali. Dengan hal ini maka semangat pemerintah, khusunya Ditjen Perkeretaapian dalam rangka membangun perkeretaapian Indonesia akan turut berperan dalam merajut keberagaman bangsa.
Turut hadir menjadi pembicara pada acara ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartyanto, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, dan Aktivis Keberagaman Terry Endropoetro. (spn)


Komentar

Kirim Komentar