Berita Sebelumnya

Direktorat Jenderal Perkeretaapian mendapatkan Penghargaan Peringkat II Kepatuhan Pelaporan E-Performance Semester I Tahun 2020

Berita Selanjutnya

PEMBAHASAN RENCANA DAN PROGRAM INFRASTRUKTUR BIDANG PERKERETAAPIAN SERTA MONITORING EVALUASI ATAS PERENCANAAN


KUNKER DIREKTUR PRASARANA BPTJ KE BALAI PENGELOLA KA RINGAN SUMSEL

PALEMBANG – Dalam rangka mendukung beroperasi LRT Jabodebek, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (Direktorat Prasarana) melakukan kunjungan lapangan ke Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan sekaligus diskusi terkait fasilitas integrasi pada stasiun-stasiun LRT Sumatera Selatan, Jumat (11/9). Dalam kunjungannya, Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Edi Nursalam, beserta rombongan disambut hangat Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rosita, beserta jajaran.

“Kami dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek melakukan kunjungan lapangan hari ini ke LRT Sumatera Selatan sebagai bagian dari program kerja BPTJ untuk menyosialisasikan keberadaan BPTJ dan sharing informasi apa yang sudah dilakukan di Jabodetabek agar bisa dilakukan juga di perkotaan lainnya di Indonesia,” kata Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Edi Nursalam.

Dalam kunjungannya, Edi juga mengatakan, besarnya biaya yang dikeluarkan LRT tiap tahunnya tidak sebanding dengan pemasukan yang didapatkan. ”Kalau hanya mengandalkan pendapatan dari tarif kecil sekali karena untuk transportasi massal pendapatan dari tarif sangatlah kecil. Banyak potensi yang bisa dimanfaatkan oleh sektor transportasi agar bisa membantu biaya pembangunan, konstruksi, maupun operasional, salah satunya pengembangan atau penataan tata ruang atau kawasan TOD,” kata Edi didampingi Rosita.

”Salah satunya dengan cara pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Itu yang kita harapkan. Pemda Sumsel dan Palembang harus bersyukur dengan adanya keberadaan LRT ini. Dengan adanya kunjungan ini, semoga menjadi pemicu, terutama bagi pemerintah daerah untuk mendukung penaatan ruang dan transportasi lainnya supaya bersinergi dengan LRT,” sambungnya. (bpkarss)

Komentar

Kirim Komentar