Berita Sebelumnya

KUNKER DIREKTUR PRASARANA BPTJ KE BALAI PENGELOLA KA RINGAN SUMSEL

Berita Selanjutnya

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT, KEMENHUB LAKSANAKAN PROGRAM PADAT KARYA DI BANJAR JAWA BARAT


PEMBAHASAN RENCANA DAN PROGRAM INFRASTRUKTUR BIDANG PERKERETAAPIAN SERTA MONITORING EVALUASI ATAS PERENCANAAN

Dalam rangka menjalin sinergi rencana dan program infrastruktur perkeretaapian serta monitoring evaluasi atas perencanaan, Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian secara tatap muka maupun virtual melalui aplikasi meeting zoom mengadakan rapat koordinasi antar Bagian pada Kamis-Sabtu, 10-12 September 2020 di Luxton Hotel Cirebon.

Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 50 peserta yang terdiri dari Pejabat dan Pegawai di lingkungan Seksretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin secara langsung oleh Zulmafendi, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Acara ini berlangsung dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Zulmafendi saat membuka acara mengatakan bahwa tugas dan fungsi yang melekat pada masing-masing Bagian merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai contoh untuk kegiatan penyusunan pagu anggaran disusun oleh Bagian Perencanaan dan Bagian Keuangan fokus pada monitoring penyerapan anggaran secara periodik setiap minggunya. Selain itu, Zulmafendi juga menyampaikan bahwa kedepan Ditjen Perkeretaapian juga akan dihadapi pada tantangan terkait kebutuhan SDM yang memiliki keahlian di bidang IT guna mengarungi era revolusi industri 4.0. Saat ini revolusi industri 4.0 tersebut telah ditandai dengan dimulainya penerapan teknologi canggih pada industri manufaktur, tranportasi, dan sebagainya.

‘’Beberapa hal yang harus difokuskan adalah era baru kedepan setelah pandemi yang mungkin akan berubah, bahkan mungkin sistem kerja pun akan turut menyesuaikan perubahan pola hidup. Perlu di antisipasi juga teknologi apa yang sesuai dengan era baru kedepan sembari kita menyiapkan SDM yang kompeten,’’ kata Zulmafendi, Jumat (11/9).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Perencanaan menyampaikan usulan untuk dibuat unit kerja setara eselon IV (Sub Bagian) khusus yang membawahi bidang IT sehingga kedepan dapat menangani kegiatan yang berkaitan dengan IT. Usulan tersebut disampaikan guna mendukung pelaksanaan Revisi Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan Amin Hudaya juga melaporkan progres pelaksanaan tugas dan fungsi di Bagian Perencanaan dimana untuk penyusunan dokumen Renstra Setditjen Perkeretaapian, masih dalam tahap koordinasi dan penyusunan dikarenakan masih menunggu pengesahan Renstra Unit Eselon I. Terkait progres penyusunan RKA/KL tahun 2021, posisi saat ini telah dilaksanakan RDP Pagu Anggaran dengan Komisi V DPR/RI pada Kamis, 10 September 2020 dan selanjutnya akan dilakukan penyusunan Pagu Alokasi.

Selain itu, terkait kegiatan monitoring evaluasi atas perencanaan kinerja, Direktorat Jenderal Perkeretaapian memperoleh piagam penghargaan dan plakat atas keberhasilannya mendapatkan peringkat II dalam rangka kepatuhan pelaporan pada aplikasi e-Performance. Untuk penyelenggaraan SPIP saat ini dalam tahap evaluasi maturitas oleh tim evaluator Inspektorat Jenderal. Target pada tahun 2020 untuk penyelenggaraan SPIP adalah level 3 dan diharapkan pada tahun 2020 dapat memperoleh capaian lebih dari tahun sebelumnya yakni sebesar 3,039.

‘’Saya ucapkan selamat atas keberhasilan dari teman-teman yang telah berjuang dan bekerja keras sehingga dapat memperoleh hasil baik tersebut. Namun, kita jangan terlena akan penghargaan tersebut karena kedepan tantangan semakin besar dan kita harus mempersiapkan diri membenahi organisasi dengan baik agar siap dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, setiap bagian juga harus bekerja keras dengan terus berkoordinasi satu sama lain guna menciptakan sinergi dalam rangka pencapaian target kerja organisasi’’ pungkas Zulmafendi. (bgrn)

Komentar

Kirim Komentar