Berita Sebelumnya

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN, GELAR FOCUS GRUP DISCUSSION DENGAN TEMA PENGADAAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN DI SEKTOR PERKERETAAPIAN

Berita Selanjutnya

DIRJEN PERKERETAAPIAN MENYAKSIKAN SWITCH OVER (SO) KEBUMEN-WONOSARI – KUTOWINANGUN – PREMBUN – BUTUH DI KEBUMEN


REFORMASI BIROKRASI PENGELOLAAN LRT SUMSEL

PALEMBANG – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Kemenpan RB) melakukan kunjungan ke Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Jumat (20/9). Kunjungan ini dalam rangka reformasi birokrasi pengelolaan light rail transit (LRT) Sumatera Selatan.

Dalam agenda kali ini, juga dihadiri Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Perhubungan, Kepala Bagian Kepegawaian, dan Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP). Rombongan disambut Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rosita, beserta jajaran.

“Jadi, sebenarnya kita diundang Kementerian Perhubungan terkait monitoring dan evaluasi quick wins Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Di mana, salah satu quick wins-nya, yakni pengelolaan light rail transit (LRT) Sumatera Selatan,” kata Agus Uji Hantara, Asisten Deputi Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat pada Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Agus menambahkan, pihaknya ingin melihat usaha dan progres pengelolaan LRT seperti apa. ”Tadi (diskusi), kita sudah dengar dan lihat bersama progres dan pengoperasiannya. Ternyata operasional sudah jalan. Lalu, dari monitoring yang perlu ditingkatkan yakni fokus pada visi misi pembangunan/pengelolaan sehingga dapat meningkatkan kualitas. Saya kira perlu dioptimalkan terus. LRT ini kebetulan masih baru. Tapi tadi, dari progres operasional, sudah cukup baik. Seperti tren penumpang dan kepuasan masyarakat,” ujarnya saat meninjau Kantor Operation Control Center (OCC).

Pihaknya akan terus mendorong supaya evaluasi yang dilakukan tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar kondisi riil sehingga nanti ada feedback-nya dan tujuan pembangunan ini tercapai. ”Bukan sekadar bangunannya selesai, melainkan tujuan dibangunnya LRT ini adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yaitu terkait transportasi terintegrasi dan masyarakat bisa menikmati moda transportasi LRT yang murah, cepat, dan nyaman,” tuturnya.

Menurutnya, sekarang LRT Sumatera Selatan sudah berfungsi dengan baik. ”Saya dulu pernah naik LRT ketika awal uji coba. Dan sekarang saya ke sini lagi, ternyata LRT sudah lebih baik,” tutup Agus Uji Hantara. (bpkarss)

 

 

 

Ikuti terus website djka.dephub.go.id untuk update berita seputar Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar kamu tidak ketinggalan berita!
Follow akun sosial media kami. Instagram : ditjenperkeretaapian Twitter : @perkeretaapian Youtube : Ditjen Perkeretaapian.

Komentar

Kirim Komentar