Berita Sebelumnya

LAGI, LRT SUMATERA SELATAN JADI MODA TRANSPORTASI UTAMA ATLET DUNIA

Berita Selanjutnya

LRT SUMSEL TURUT MELAYANI TURNAMEN BOWLING WORLD CUP (BWC) 2019 DI JAKABARING PALEMBANG


WAKTU TEMPUH KIAN CEPAT, JUMLAH PENUMPANG LRT SUMATERA SELATAN MENINGKAT

PALEMBANG – Sebagai jantung transportasi dan ikon baru Kota Palembang, operasional light rail transit (LRT) dalam kurun waktu satu tahun lebih semakin meningkat. Sejak awal pengoperasian 2018 lalu hingga sekarang, tercatat LRT Sumsel telah mengangkut 3 juta penumpang. Hal ini tentunya dibarengi beragam inovasi yang telah dilakukan. Sebab itu, Minggu (17/11), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melakukan peninjauan operasional LRT Sumatera Selatan dari Stasiun Ampera menuju Stasiun Jakabaring.

Dalam kunjungannya, Menteri Budi didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rosita, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Made Suartika, beserta pejabat terkait lainnya. 

“Saya menjadikan LRT Sumatera Selatan sebagai contoh pengoperasian kereta api dalam kota, angkutan massal perkotaan. Karena pertama kali di Palembang, secara periodik, paling tidak dua bulan sekali saya pantau. Apa yang kami lakukan ini untuk meningkatkan safety dan pelayanan. Dua bulan lalu, saya minta kepada pak Direktur Jenderal Perkeretaapian agar meningkatkan layanannya sehingga makin banyak masyarakat menggunakan LRT,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di sela peninjauan di Stasiun LRT Jakabaring,  Minggu (17/11).

Menhub mengatakan, target mempersingkat headway menjadi 18 menit dan jarak tempuh dari 60 menit ke 47 menit dengan 74 perjalanan per hari telah terlaksana dengan baik sehingga berimbas pada peningkatan jumlah penumpang. “Saat itu, kita targetkan pada masa-masa fix hours menjadi 18 menit. Kemudian, waktu tempuh dari Stasiun DJKA sampai Stasiun Bandara 47 menit. Lalu, yang komersial, dari Stasiun Bumi Sriwijaya ke Stasiun Bandara 30 menit, bisa terlaksana. Alhamdulillah, okupansi juga naik, mendekati 40 persen,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat, khususnya ASN, memanfaatkan LRT sebagai moda transportasi utama. ”Terima kasih Pak Gubernur yang telah mewajibkan PNS naik LRT satu bulan sekali. Ini merupakan satu kolaborasi yang bagus, begitu juga Pemerintah Kota Palembang,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Sesuatu yang membanggakan. Headway dari 30 menit  menjadi  18 menit. Apalagi, Pak Menteri juga menginstruksikan tahun berikutnya berkurang menjadi 14 menit bahkan nantinya 10 menit. Seperti hari ini, ada 77 negara mengikuti Kejuaraan Bowling Dunia. Mereka berminat naik LRT dan kita dianggap sebagai kota yang cukup modern untuk pelayanan transportasi,” ujarnya bangga.

Di samping itu, terkait kantong parkir, Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota akan bersinergi untuk menambah layanan-layanan kantong parkir agar masyarakat semakin tinggi keinginannya naik LRT sehingga beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum LRT. (bpkarss)

 

 

Ikuti terus website djka.dephub.go.id untuk update berita seputar Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar kamu tidak ketinggalan berita!
Follow akun sosial media kami. Instagram : ditjenperkeretaapian Twitter : @perkeretaapian Youtube : Ditjen Perkeretaapian.

Komentar

Kirim Komentar