ANGGOTA KOMISI V DPR RI APRESIASI PROGRAM PADAT KARYA

Bandung (22/4)- Anggota Komisi V DPR RI, Anang Susanto mengungkapkan bahwa “Kegiatan padat karya ini merupakan bagian peran serta Pemerintah dalam rangka membantu taraf hidup karena pandemi covid-19,” jelas Anang Susanto, pada sambutannya saat melakukan kunjungan ke lokasi pekerjaan Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Segmen I Gedebage – Haurpugur bertempat di Lapangan Ruang Kendali Operasional (RKO) Stasiun Rancaekek, Rabu (21/04).

“Berdasarkan program dari Bapak Presiden dan anggota DPR RI, karena sesuatu hal terkait dengan Covid menjuruskan program itu harus dikaitkan dengan pemberdayaan Padat Karya, hal ini dimaksudkan bahwa Padat Karya itu bisa sedikit menolong, membantu agar masyarakat juga bisa tersejahterakan,” jelas Anang Susanto.

Anang juga menjelaskan bahwa “program Padat Karya harus bisa dilakukan oleh orang – orang sekitar proyek dan tidak akan terdapat efek lingkungan dari pembangunan jalur ganda, karena ia meyakini bahwa pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah membuat perencanaan yang matang sebelumnya.”

Selain itu, Anggota Komisi V DPR RI lainnya, mengungkapkan apresiasi dan rasa terimakasihnya atas terselenggaranya kegiatan padat karya oleh Kementerian Perhubungan “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan padat karya ini yang telah melibatkan warga rancaekek pada pekerjaan ini”, ungkap Bambang Hermanto, Anggota Komisi V DPR RI.

Bambang juga menambahkan,“Padat Karya itu salah satu tujuannya adalah bagaimana bisa meningkatkan perekonomian setempat, lalu kegiatan padat karya yang sekarang diikuti oleh mereka yang belum memiliki skill, kedepan barangkali harapan kita, saya dan kita semua adalah bahwa mereka yang sekarang telah mengikuti program Padat Karya ini ke tahap atau tingkatan berikutnya jadi bukan lagi kalau ada Padat Karya besok lagi bukan lagi sebagai unskill tetapi sebagai pekerja yang memang sudah mendapatkan pengalaman,”jelas Bambang.

Bambang juga berharap selain memberdayakan masyarakat setempat agar dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat tetapi juga terdapat transfer knowledge kepada masyarakat setempat agar kedepannya pekerjaan yang ada di wilayah Rancaekek menjadi hak masyarakat wilayah Rancaekek. Bambang juga mendorong agar program – program yang sudah dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dapat selesai tepat waktu termasuk proyek pembangunan jalur ganda menjadi salah satu alat untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Kegiatan Peninjauan Program Padat Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP JABAR) oleh Komisi V DPR RI ini didampingi oleh Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo beserta Kepala BTP JABAR Erni Basri dan para Muspida, Muspika juga Aparat Desa.

Heru Wisnu Wibowo dalam sambutannya mengutarakan bahwa program Padat Karya merupakan upaya pelibatan masyarakat di sekitar proyek, ”Semua ini adalah bagian daripada upaya Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melibatkan masyarakat yang ada di sekitar proyek, sehingga memang ada kontribusi di dalam pembangunan untuk masyarakat ini,” jelas Wisnu.

Selain itu Heru Wisnu menambahkan bahwa para pekerja sebelumnya diberikan pelatihan sehingga dapat melakukan beberapa pekerjaan seperti pembesian, pekerjaan penggalian dan pengecatan. Wisnu berharap agar para pekerja selalu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan tetap menjaga protokol kesehatan karena jika salah satu pekerja terpapar Covid – 19 maka pekerjaan harus dihentikan selama beberapa waktu.

“Alhamdulillahirabbil’alamin, salah satu wujud dari kemanfaatan proyek kita pada hari ini dengan melibatkan masyarakat yang ada di wilayah proyek telah hadir disini bapak – bapak sebanyak 150 orang yang bekerja untuk proyek kita dimana lokasi kecamatannya ada dari Gedebage dan Rancaekek,” ujar Erni Basri dalam sambutannya.

Erni menjelaskan bahwa proyek pembangunan jalur ganda telah dimulai sejak tahun 2020 yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2022. Diharapkan dengan adanya pembangunan stasiun yang lebih baik dari sebelumnya, maka manfaat yang diterima oleh masyarakat bukan hanya pada saat proyek berlangsung saja tetapi juga saat proyek sudah selesai dan perekonomian masyarakat dapat jauh lebih baik. Target pelaksanaan padat karya untuk proyek pembangunan jalur ganda sendiri yaitu sampai tahun 2021.

”Program ini bagus dan buat kedepannya yang pengangguran harus diutamakan di setiap wilayah dan menampung lebih banyak pekerja,”ujar Engking, salah satu pekerja Padat Karya, mengungkapkan apresiasinya.

Pada tahun 2020, Program Padat Karya BTP JABAR sendiri telah menyerap sebanyak 542 tenaga kerja yang terdiri dari masyarakat sekitar proyek pembangunan jalur ganda. Tujuan dari Program Padat Karya sendiri yaitu untuk menekan jumlah penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat, Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat, Mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, perempuan, anak dan kelompok marginal kepada pelayanan dasar dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, dan Penciptaan lapangan kerja melalui kegiatan pembangunan secara swakelola dan padat karya tunai.

Dengan diselenggarakannya program padat karya tersebut diharapkan terjadi Peningkatan produksi dan nilai tambah, perluasan kesempatan kerja sementara, perluasan akses pelayanan dasar dan peningkatan aksesibilitas desa (terbukanya desa terisolir).

Lingkup Kegiatan Padat Karya sendiri meliputi Pekerjaan galian, Pembuatan drainase, Bongkar pasang track sementara, Urug kabel, Pembersihan lahan, Pekerjaan dinding penahan tanah, Ecer ballast dan rel serta Juru masak/kebersihan kantor. Pelaksanaan Program Padat Karya merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 73 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan. (BTP JABAR)

Komentar

Kirim Komentar