WAGUB SUMBAR: MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK TINGKATKAN PEMAHAMAN PUBLIK TENTANG PERKERETAAPIAN DI SUMBAR

Padang (16/11) – Sumatera Barat memiliki sejarah Perkeretaapian yang sangat panjang, jauh di jaman kolonial Belanda. Jaringan rel dibangun menghubungkan daerah daerah produktif penghasil bahan pangan ke Pelabuhan menggunakan kereta untuk selanjutnya di angkut dengan kapal. Seiring dengan perkembangan jaman, jaringan rel tersebut tidak digunakan lagi sehingga saat ini banyak rel non aktif dengan bangunan bangunan di atasnya. Padahal angkutan kereta api merupakan angkutan massal yang sangat dibutuhkan di kota kota Besar. Untuk itu Ditjen Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat terus membangunan transportasi perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Selain itu, usaha mempercepat peningkatan keselamatan juga dilakukan karena meski jumlah kereta yang beroperasi tidak banyak namun tingkat kecelakaan kereta api merupakan yang tertinggi di Indonesia.

“Usaha Ditjen Perkeretaapian dalam peningkatan transportasi kereta api di Sumatera Barat telah banyak dilakukan. Sejak Tahun 2015, melalui BTP Sumbagbar Ditjen Perkeretapian telah membangun berbagai sarana prasarana kereta api salah satunya adalah KA BIM atau Minangkabau Ekspres,” ungkap Sesditjen Perkeretaapian Zulmafendi dalam Press Tour Membangun Perkeretaapian di Sumatera Barat pada Senin, 15 November 2021.

Dijelaskan lebih jauh, beberapa poyek perkeretaapian yang dibangun di Sumatera Barat antara lain pembangunan KA Bandara BIM yang dibangun sejak Tahun 2015 dan diresmikan Presiden Tahun 2018. Pembangunan jalur KA Duku – BIM yang dimulai dengan penyiapan DED pada Tahun 2010, dilanjutkan dengan pembebasan lahan oleh pemprov Sumbar pada Tahun 2012-2015, dan kegiatan konstruksi dilaksanakan pada tahun 2012-2017. Ground breaking sendiri dilaksanakan oleh Presiden RI pada tahun 2015.

“Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendukung upaya Ditjen Perkeretaapian untuk terus membangun transportasi kereta api. Namun, selain pembangunan secara fisik, pembangunan budaya untuk naik kereta api melalui sosialisasi dan konten di media sosial juga perlu ditingkatkan,” ujar Wagub Sumbar Audy Joinaldy.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memberikan dukungan atas peningkatan jalur KA Padang – Pariaman pada Tahun 2020 – 2022 ini yang direncanakan akan dikembangkan KA Komuter di Kota Padang. Kegiatan ini meliputi peningkatan 2 jembatan dengan panjang 30 dan 50 meter, serta peningkatan beberapa ruas jalur kereta api dengan panjang total 53,5 Kmsp.

“Sementara itu, BTP Sumbagbar juga telah menyiapkan kegiatan untuk mendukung perpanjangan lintas KA Komuter dari Padang – Bukitputus – Pauhlima dan angkutan barang berupa CPO dan Semen pada tahun 2020 – 2024,”ujar Suranto, Kepala BTP Sumbagbar.

Kegiatan perpanjang lintas ini meliputi peningkatan 10 jembatan dan peningkatan jalur KA yang dilatarbelakangi oleh hasil survey kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, potensi penumpang KA Bandara, serta potensi bangkitan dan tarikan penumpang di sekitar Stasiun Pauhlima melalui Universitas Andalas.

Pada sektor transportasi pariwisata, BTP Sumbagbar juga telah memprioritaskan pembangunan KA di wilayah Sawahlunto melalui normalisasi jalur KA Sawahlunto – Muaro Kalaban – Batu Tabal, sebagai salah satu dukungan Ditjen Perkeretaapian terhadap situs warisan dunia UNESCO. Jalur ini akan meningkatkan pelayanan jalur KA di lintas timur Sumbar, konektivitas Trans Sumatera Railways, serta dukungan pemerintah daerah.

Selain pembangunan infrastruktur, BTP Sumbagbar juga tengah fokus pada upaya Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian di wilayah Sumatera Barat, khususnya untuk menurunkan angka kecelakanaan di perlintasan sebidang. Saat ini jumlah perlintasan sebidang di jalur KA aktif mencapai 370 dan terus turun seiring dengan kegiatan penutupan perlintasan sebidang oleh BTP Sumbagbar.

“Sebagai program awal, pada Tahun 2021 ini akan dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk, membuat media publikasi yang puncaknya pada Tanggal 29 Desember nanti.” Pungkas Suranto.

Kegiatan Press Tour adalah program rutin yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan membawa media ke Daerah untuk memberikan pengalaman dan wawasan tentang Pembangunan yang tengah dilakukan. Diharapkan kegiatan ini bisa memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat tentang pembangunan Perkeretaapian. Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Sumatera Barat, Sesditjen Perkeretaapian, Kadivre II PT. KAI dan Dosen Falkultas Teknik Undalas. (spn).

Komentar

Kirim Komentar