KUNJUNGI PALEMBANG, CEK LRT DAN FEEDER

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Palembang kemarin (14/10). Dalam lawatan nya ke bumi Sriwijaya, Budi menaiki Light Rail Transit (LRT) Sumsel dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Stasiun Polrestabes Palembang.

Sebelum melakukan perjalanan, Budi menyempatkan bersalaman dengan pegawai kereta sembari mengecek kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan. Dia juga disambut oleh Kasi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Aditya Yunianto. Setelah itu, Budi langsung menaiki KA diikuti dengan para pejabat Kementerian Perhubungan.

Selama perjalanan di kereta, Budi berbincang-bincang dengan penumpang tentang kesan pesan mereka menaiki LRT. “Mereka cukup senang. Beberapa bilang ke saya, ini pilihan transportasi utama untuk aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Budi berharap, kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan oleh kereta, membuat penumpang betah dan bisa mengajak sanak famili menaiki transportasi umum. “Dengan tarif yang cukup terjangkau, LRT harus menjadi pilihan utama moda transportasi masyarakat,” ujarnya.

Setelah menempuh perjalanan selama 40 menit, Budi Karya Sumadi tiba di Stasiun Polrestabes Palembang. Dia disambut oleh PJ Gubernur Sumatera Selatan A. Fatoni dan PJ Walikota Palembang Ratu Dewa. Mereka lantas berfoto bersama sebelum melanjutkan pengecekan feeder.

“Angkutan feeder cukup membantu mobilitas masyarakat untuk naik LRT. Tentu, hal ini harus terus didukung,” ujar Budi, saat menaiki feeder. Sejauh ini, ada 7 koridor yang beroperasi. Antara lain, Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang, Talang Kelapa-Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Asrama Haji-Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji. Sampai saat ini tercatat angkot feeder LRT yang melayani di Kota Palembang berjumlah 58 unit.

Budi berharap, berbagai layanan moda transportasi yang tersedia, bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk kembali memakai angkutan umum. “Sesuai dengan tagline  yang kita usung. Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU). Ini yang harus terus kita galakkan,” pungkasnya.

Share to:

Berita Terkait: