MENGENAL FEEDER LRT SUMSEL, ADA 7 KORIDOR

 

 

Dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas penduduk serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) telah meluncurkan feeder LRT (Light Rail Transit) Sumsel. Dengan total tujuh koridor, proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi transportasi yang efisien dan terintegrasi bagi masyarakat.

Kepala BPKARSS Rode Paulus mengatakan 7 koridor tersebut beroperasi di area permukiman padat penduduk. ”Dengan rincian, koridor 1-2 dikelola oleh Pemerintah Kota Palembang. Serta 3-7 didanai oleh BPKARSS,” ungkapnya.

 

Adapun 7 koridor tersebut antara lain:

 

1. Koridor Talang Kelapa – Talang Buruk: Menghubungkan kawasan perbatasan Palembang dan Banyuasin. Koridor ini terbilang ramai karena banyak pengguna yang hendak bersekolah dan berdagang.

 

2. St. Asrama Haji - Sematang Borang: Area ini bisa dibilang merupakan tempat berkumpulnya pengguna jalan, pedagang, dan anak sekolah.

 

3. St. Asrama Haji – Talang Betutu: Menghubungkan dua daerah yang banyak dilalui oleh pekerja dan ibu-ibu rumah tangga.

 

4. St. Polresta – Komplek Perum. OPI : Koridor ini melayani penumpang dari area Polresta yang terdapat pasar ke perumahan Ogan Permata Indah (OPI).

 

5. St. DJKA – Terminal Plaju: Titik tiba dan keberangkatan LRT Sumsel. Pusat perbelanjaan di kawasan OPI, rumah sakit, dan aktivitas para pekerja.

 

6. St. RSUD – Sukawinatan : Koridor ini menghubungkan dua wilayah yang dilalui oleh rumah sakit dan juga aktivitas para pekerja, pelajar, dan pelaku usaha.

 

7. Stadion Kamboja – Bukit Siguntang: Area ini dekat spot olahraga dan juga tempat/situs bersejarah.

 

Setiap koridor sudah dilengkapi dengan stasiun-stasiun yang strategis dan fasilitas penunjang lainnya, seperti parkir kendaraan, untuk memudahkan akses dan pelayanan kepada pengguna. Diharapkan Feeder LRT Sumsel akan mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

 

Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi magnet investasi baru bagi sektor properti dan bisnis di sekitar koridor-koridor tersebut. Dengan terbukanya akses transportasi yang lebih baik, nilai properti di sekitar jalur LRT diperkirakan akan meningkat, sementara peluang bisnis di sektor perdagangan dan jasa juga akan terbuka lebih luas.

 

Dengan beroperasinya Feeder LRT Sumsel menegaskan komitmen semua pihak dalam membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, feeder bisa terus beroperasi, dan menjangkau kantung-kantung penumpang di berbagai tempat.

Share to:

Berita Terkait: