TRANSFORMASI STASIUN LRT: PENINGKATAN OKUPANSI PENUMPANG MELALUI BERAGAM EVENT

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan okupansi penumpang di Stasiun Light Rail Transit (LRT) Sumsel, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) selaku pengelola berencana untuk menggelar sejumlah event menarik di berbagai stasiun LRT.

Yang terakhir seperti dilakukan BPKARSS di Stasiun LRT Cinde, Sabtu (27/1). BPKARSS menyelenggarakan kompetisi Cosplay dan Karaoke. Kasi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana BPKARSS Aditya Yunianto menerangkan, bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan pelayanan dan menciptakan pengalaman positif bagi penumpang. "Kami ingin menciptakan stasiun LRT bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah dan menghibur," ujarnya.

 

Event-event yang direncanakan mencakup beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, pameran budaya, hingga festival makanan. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang lebih hidup di sekitar stasiun LRT dan mendorong penumpang untuk menghabiskan lebih banyak waktu di area tersebut.

Selain pertunjukan cosplay dan karaoke yang sudah diselenggarakan, ada pula lomba e-sport yang bakal diluncurkan pada Maret nanti. ”Kegiatan ini memang kami tujukan untuk generasi muda. Tujuannya untuk meningkatkan mereka untuk naik transportasi umum. Tunggu saja informasi resmi nya ya,” ungkap Aditya.

Selain itu, ke depan akan ada acara musik live berupa LRTFest yang bakal dihelat pada Juli 2024 untuk memperingati HUT LRT Sumsel. ”Kami juga tidak melupakan komunitas. Pasti ada pula diskusi publik yang sifatnya terbuka untuk umum. Acara ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih interaktif dan mendekatkan penumpang dengan berbagai bentuk seni dan hiburan,” tuturnya.

Peningkatan okupansi penumpang juga menjadi fokus utama melalui program-program insentif yang terintegrasi dengan event-event tersebut. Diskon tiket, program loyalitas, dan hadiah-hadiah menarik akan diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik penggunaan LRT sebagai sarana transportasi sehari-hari.

Pranata Humas BPKARSS Fajar Anugrah Tumanggor mengungkapkan, kegiatan tersebut sifatnya berkelanjutan. "Kami percaya bahwa dengan menciptakan pengalaman positif di stasiun, penumpang akan merasa lebih terhubung dan cenderung menggunakan layanan transportasi publik kami secara berkelanjutan," katanya.

Diharapkan bahwa strategi ini akan membawa dampak positif tidak hanya pada okupansi penumpang tetapi juga pada citra stasiun LRT sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya di kota. Transformasi ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi kota-kota lain yang ingin meningkatkan pemanfaatan transportasi publik dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.

Share to:

Berita Terkait: