SEWAKAN TENAN, LRT SUMSEL AJAK MASYARAKAT BERMITRA

Balai Pengelola Kereta Api RIngan Sumatera Selatan (BPKARSS) selaku pengelola LRT Sumsel terus berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk naik LRT. Salah satu cara yang dilakukan BPKARSS adalah mengajak masyarakat untuk bertransaksi/berjualan di stasiun LRT. Misalnya saja pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sistem yang digunakan adalah sewa. Masyarakat melakukan penawaran ke pengelola, lalu ditindaklanjuti dengan pembuatan stan di masing-masing stasiun tujuan. Untuk penyewaannya dikenakan tarif yang berbeda-beda. Yakni, 750 ribu sampai dengan 2.750.000. “Rentang harga ini menyesuaikan jumlah rata-rata penumpang per hari pada setiap stasiun. Semakin banyak penumpang, semakin tinggi harganya,” ujar Kepala Unit Pengembangan BPKARSS Usaha M Dian Purwanto. 

Berdasarkan data hingga 30 November 2023, saat ini terdapat 13 tenan dengan 11 mitra yang bekerja sama dengan LRT Sumsel. Mereka menempati stasiun DJKA, Polresta, Ampera, Cinde, Bumi Sriwijaya, dan Asrama Haji. “Yang paling tinggi sewanya itu Asrama Haji. Karena penumpangnya sudah di atas 1200 orang per hari,” tuturnya.

Dia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang berdagang di LRT Sumsel tersebut merasa senang karena telah mendapatkan stan. Menurut mereka, selain biaya yang terjangkau, jumlah pengunjung juga lumayan banyak. Apalagi seperti di akhir pekan Sabtu atau Minggu. Pasti ramai pembeli.

Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yesi Indah Sari. Perempuan yang berdomisili di Kertapati itu membuka usaha di Bumi Sriwijaya. “Sudah tujuh bulan saya berjualan di sini. Lumayan ramai. Terutama di akhir pekan. Banyak siswa dan masyarakat yang mengunjungi Palembang Icon Mall. Jadi lewatnya dari sini,” ungkapnya.

Yesi mengatakan, setiap hari dia bisa mendapatkan penghasilan Rp. 150 ribu per hari. “Paling rendah Rp. 100 ribu. Itu kalau di hari biasa,” ungkapnya. Dia menjual aneka makanan ringan dan jajanan anak. “Kalau pas lagi ramai-ramai nya. Saya bisa bingung harus melayani yang mana duluan. Alhamdulillah, sejauh ini, senang berkumpul dengan LRT,” ujarnya.

Di bagian lain, Naura Nadrah, siswi SDN 132 Palembang, mengaku senang dengan hadirnya tenan UMKM di Bumi Sriwijaya. Dia beberapa kali lewat naik LRT dan turun di Bumi Sriwijaya, menyempatkan untuk membeli jajanan. “Saya biasanya sama teman-teman. Kalau menunggu LRT, kami sempatkan dulu mampir ke sini (Merah, tenan),” tutupnya.

Share to:

Berita Terkait: