ANGGOTA KOMISI V DPR RI KUNJUNGI PROGRAM PADAT KARYA DITJEN PERKERETAAPIAN DI CIAWI

(Ciawi 27/10) -  KH. Thoriq Hidayat, Anggota Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Lapangan Kegiatan Padat Karya Perawatan Prasarana Perkeretaapian di Wilayah Tasikmalaya yang berlokasi di Ciawi KM 252+053 petak Jalan Ciawi – Rajapolah, Selasa (26/10).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Harno Trimadi, Direktur Prasarana Perkeretaapian dan  Erni Basri, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat beserta jajaran dan Muspida setempat.

Thoriq Hidayat mengungkapkan rasa terimakasihnya atas respon dari pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian terhadap usulan yang telah disampaikannya pada saat Rapat dengan Kementerian Perhubungan, “Terimakasih kepada semua dari perkeretaapian yang telah merespon apa yang pernah saya usulkan ketika rapat dengan perkeretaapian yakni Kementerian Perhubungan. Saat itu yang saya sampaikan bahwa jalur ini jalur yang cukup panjang yaitu 70 km. Bahkan kereta api merupakan transportasi yang cukup populer di masyarakat dan terdapat beberapa alasan yang membuat masyarakat memilih perkeretaapian terutama di masa pandemi”,ujar Thoriq dalam sambutannya.

Thoriq juga menambahkan bahwa untuk perjalanan dalam kota, menggunakan kereta api dirasa lebih cepat karena tidak memakan waktu kemudian kereta api lebih ramah lingkungan dengan menghasilkan lebih sedikit gas emisi, penggunaan kereta api juga dapat memungkinkan untuk mengunjungi kota – kota kecil. Thoriq juga menyampaikan apresiasinya terhadapnya berjalannya program padat karya dan berharap bahwa kedepannya dapat menambah ke daerah lainnya.

Ia juga mengusulkan bahwa program padat karya ini dapat merambah ke daerah Cirahong dan dapat segera dilakukan perbaikan serta diberikan pengaman agar tidak terjadi lagi kasus bunuh diri. Thoriq menyampaikan jika program padat karya tersebut dapat dilaksanakan secara efektif maka akan sangat membantu perekonomian masyarakat dan berharap dapat terus berlanjut.

Harno Trimadi menyampaikan rencana kedepannya terkait program padat karya “Kami sampaikan bahwa kegiatan padat karya ini memang kami coba mulai tahun ini (pada Satker Perawatan Perkeretaapian)” ujar Harno.

Harno juga berharap bahwa kedepannya akan melibatkan lebih banyak masyarakat dalam merawat prasarana perkeretaapian dalam hal ini jalan rel. Harno juga menambahkan bahwa program padat karya seperti yang telah dilaksanakan akan lebih banyak pada tahun – tahun berikutnya

Heri Kusdiana, Sekretaris Camat Sukaresik memberikan tanggapannya terhadap pelaksanaan program padat karya “Kegiatan padat karya ini sangat membantu masyarakat kami serta dirasakan masyarakat dengan baik dan alhamdulillah pada saat ini juga kita akan mendapat kegiatan padat karya disekitar jalur rel kereta api. Kedepannya kita mengharapkan bantuan – bantuan lainnya karena di satu sisi ekonomi kita masih ketinggalan apalagi kita pada saat ini terkena pandemi covid” ujar Heri.

Selain itu warga juga berkesempatan untuk secara langsung beraudensi dengan wakil rakyat pilihannya, dan mengucapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan padat karya. Warga juga menyampaikan aspirasinya agar Pemerintah dapat  membuat jalan setapak di pinggir kereta  untuk memudahkan kegiatan warga, juga agar Pemerintah dapat membangun stasiun terdekat dengan lokasi tempat tinggal mereka.

Saat ini kereta api sangat nyaman dan goncangannya pun dapat diminimalisir  selain itu tidak ada lagi pedagang dalam kereta api,  ujar Kepala Desa Cikole yang turut hadir pada acara tersebut. Barangkali dari jawatan perkeretaapian bisa diprogramkan secepat mungkin dapat diprogramkan secepat mungkin perlintasan jalan kereta api dapat berpintu sehingga keselamatan warga dapat terjamin, harapnya. Terima Kasih Perkeretaapian selain dapat memberikan service juga dapat memberikan rasa bangga, tambahnya.

Harno menanggapi pernyataan masyarakat tersebut, terkait pengaktifan kembali stasiun yang diharapkan oleh masyarakat sekitar “Kalau stasiun, selama ada demandnya bisa dibuat disitu, nanti kita akan diskusi ke PT KAI memang demand disini ada ngga karena sebenarnya semakin banyak stasiun bukan berarti semakin bagus tapi semakin sedikit stasiun bukan semakin bagus juga, jadi stasiun itu ada jumlah – jumlah tertentu. Kalau disitu memang butuh kita bisa bangun”, ujar Harno.

 “Kereta api ekonomi saat ini masih disubsidi oleh pemerintah atau yang disebut dengan PSO jadi uang pajak yang bapak ibu bayarkan kita gunakan untuk membayar kereta api. Pemerintah hanya memfasilitasi”, jelas Harno.

Terkait perlintasan sebidang, Harno menyatakan bahwa perlintasan sebidang memerlukan perhitungan dan jika hasil menunjukkan bahwa layak untuk dilengkapi maka akan dilengkapi dengan palang pintu dan juga pegawai. Kita akan lakukan yang terbaik buat negara ini, tutup Harno

Pada kegiatan kunjungan tersebut dan pemberian bingkisan dan santunan kepada masyarakat sekitar, santri pesantren serta peserta padat karya secara simbolis dan  ditutup dengan doa bersama oleh pemuka agama setempat.

Di akhir acara Thoriq Hidayat bersama-sama meninjau langsung lokasi padat karya dan melakukan peletakan batu bersama dengan Harno

Share to:

Berita Terkait: