KOMISI V DPR RI DUKUNG PEMBANGUNAN JALUR GANDA KA LINTAS BOGOR - SUKABUMI

Bogor (3/12) -Komisi V DPR RI Kamis pagi melaksanakan kunjungan kerja spesifik yang dipimpin oleh Robert Rouw  ke lokasi pembangunan jalur ganda kereta api lintas Bogor - Sukabumi di Stasiun Batu Tulis, Bogor (2/12/2021)

Hadir mendampingi Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Erni Basri beserta tim dan Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim . 

Dalam sambutannya Dirpras mengatakan kami akan mempreservasi Stasiun Heritage ini dari mulai Stasiun  Batu tulis ini sampai dengan Stasiun Cicurug.

Ini sengaja kami buat ruangan ini agar  kita dapat merasakan suasana stasiun jaman dulu di desain luar biasa, tambah Dirpras.

Dalam kesempatan itu juga  dihadapan Komisi V DPR RI  Direktur Prasarana memaparkan Pekerjaan Pembangunan Jalur Ganda  KA Lintas Bogor - Sukabumi.

Selain itu, Wakil Walikota Bogor mengutarakan terkait Proyek Strategis Nasional yang terdapat di Kota Bogor "saat ini di Bogor terdapat proyek strategis nasional pembangunan double track ini juga bersinggungan langsung dengan 3.000 kepala keluarga yang sudah berhasil kita relokasi dengan kerohiman. Dan Alhamdulillah tidak ada hal yang kemudian mencuat dan mengkhawatirkan dan bisa kita lakukan dengan landai,” terang Dedie.

Dedie menyampaikan ada hal – hal yang perlu didukung dalam penataan kawasan sekitaran Stasiun Batutulis. Seperti pembangunan ramp yang menghubungkan jalan samping Istana Batutulis hingga ke arah jalan Cipaku.

Dedie juga berharap, setelah pembangunan rel ganda rampung, penataan harus dilakukan. Terutama untuk menambah fasilitas pelayanan lainnya seperti TOD dan park and ride.

Sementara itu, ketua rombongan Robert Rouw menyatakan kunjungan kerja spesifik  dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung pembangunan jalur ganda Bogor -Sukabumi sebagai prasarana penunjang mobilitas angkutan penumpang dan barang. 

Robert juga menambahkan Komisi V DPR RI mendukung pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan kapasitas lintas, meminimalisir biaya angkut barang dan distribusi logistik, mengurangi beban kepadatan lalu lintas dan jalan raya serta efisiensi waktu tempuh antara Bogor-Sukabumi yang dapat berdampak pada meningkatnya produktivitas masyarakat, terangnya.

Kunjungan kerja kali ini kami melihat dan mendengar secara langsung serta untuk menginventarisir permasalahan dalam pembangunan jalur ganda Bogor – Sukabumi untuk ditindaklanjuti. Komisi V DPR-RI juga meminta kepada Ditjen Perkeretaapian dan stakeholder terkait untuk memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan, terang Robert.

 

Komisi V DPR RI meminta kepada Dirjen Perkeretaapian dan Stakeholder terkait untuk memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan sebagai indikator utama dalam mempersiapkan sarana dan prasarana perkeretaapian yang memadai sehingga masyarakat dapat menggunakan transportasi yang lancar, aman, dan nyaman.

Anggota Komisi V, Mulyadi menambahkan bahwa "dengan meningkatnya sarana prasarana perkeretaapian diharapkan semakin banyak yang menggunakan jasa kereta api dan pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi diharapkan dapat memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi dan potensi daerah yang akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

Pembangunan double track harus tetap melibatkan stakeholder di daerah, sehingga bisa terintegrasi dengan blueprint pengembangan wilayah, seperti Pengembangan TOD dan sebagainya, sehingga pembangunan menjadi solusi bukan hanya sekedar legacy.

"Pemerintah harus proaktif dan bersinergi dengan Pemerintah setempat sehingga blueprint Pemerintah kota Bogor terkoneksi dgn blue Print Pemerintah" ujar Mulyadi.

Share to:

Berita Terkait: