PELAKSANAAN SWITCH OVER DEMI MENINGKATKAN SISTEM PERSINYALAN PERKERETAAPIAN DI BANDUNG RAYA

Bandung (10/12) - Kegiatan Switch Over telah dilaksanakan di Stasiun Bandung dan Stasiun Ciroyom pada Kamis dini hari sampai Jumat (10/12) oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat bersama dengan PT Len Railways System (LRS). Tujuan pelaksanaan Switch Over yaitu untuk peningkatan persinyalan perkeretaapian di wilayah Wilayah Jawa Barat khususnya di Stasiun Bandung sampai dengan Stasiun Ciroyom, “Kegiatan ini adalah untuk peningkatan kehandalan persinyalan dari Stasiun Bandung ke Ciroyom, kedepannya kita akan mendapatakan operasi yang lebih safety karena peralatan yang digunakan sudah lebih baik teknologinya jadi kita sudah pakai software sama dengan fasop yang ada di Jawa”,ujar Erni Basri, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat di Stasiun Bandung.

Lebih lanjut Erni menyampaikan bahwa kegiatan Switch Over ini adalah satu langkah yang bagus sekali untuk wilayah Jawa Barat sehingga jalur – jalur yang tersedia dapat hidup kembali terutama dari Stasiun Padalarang sampai Stasiun Bandung yang nantinya akan menjadi header. Di lokasi yang sama, Anung Sadpuro selaku PPK Peningkatan Jalan Kereta Api Lintas Bandung – Banjar dan Persinyalan Bandung – Ciroyom menyampaikan bahwa latar belakang penggantian persinyalan di Stasiun Bandung sampai dengan Stasiun Ciroyom dikarenakan usia yang sudah tua,”Persinyalan di Bandung dan Ciroyom salah satu persinyalan yang paling tua di Bandung sudah dipasang tahun 1970 sehingga diperlukan penggantian supaya sistemnya lebih baru lebih update dan lebih handal”, ujar Anung.

Anung mengungkapkan bahwa penggantian persinyalan telah direncanakan sejak pertengahan tahun 2019 yang kemudian dilakukan pelelangan dan selanjutnya berkontrak pada bulan Desember tahun 2019 sehingga waktu pengerjaan memakan waktu sekitar 1 (satu) tahun anggaran sampai dengan dilakukannya Switch Over. Sebelum pelaksanaan Switch Over, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui,” Sebelum dilakukan Switch Over telah melalui beberapa tahapan diantaranya pengujian  kemudian assesment keselamatan sehingga setelah dari pengujian dan assesment keselamatan itu Pak Direktur Prasarana mengeluarkan rekomendasi teknis sehingga bisa dilakukan SO”,ujar Anung. Terkait kendala, Anung mengungkapkan karena kondisi Stasiun Bandung yang cukup padat dan ramai sehingga pelaksana kegiatan perlu ekstra hati – hati agar tidak terjadi gangguan dan mengancam keselamatan. Dengan sistem persinyalan terbaru, maka kedepannya diharapkan perkeretaapian di wilayah Jawa Barat akan jauh lebih baik pengoperasiannya.

Share to:

Berita Terkait: