PEMERINTAH KOTA BANDUNG DUKUNG PROGRAM PERKERETAAPIAN DI KOTA BANDUNG

(Bandung - 8/6) Saat ini Kementerian Perhubungan tengah membangun jalur ganda lintas Kiaracondong – Cicalengka, pada tahap I antara Gedebage – Haurpugur ini pengerjaannya sudah mencapai 55 persen Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP JABAR) Erni Basri pagi tadi menemui Walikota Bandung Oded M Daniel guna koordinasi terkait Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) di Kota Bandung bertempat di Pendopo Kota Bandung Jl. Dalem Kaum Bandung (08/08/2021)

“Kita lagi audensi ke Pak Wali, Alhamdulillah ini kan kita harus koordinasi ya, apapun yang kita kerjakan harus kita sampaikan. Tentunya kita yang dilapangan sudah bekerja penuh juga, ujar Erni. Erni menambahkan, kita membicarakan jalur ganda dan sekarang lagi fokus di Kiaracondong, double track kita akan bangun Kiaracondong-Cicalengka.

Sekarang lagi tahap pertama dan 2022 ini akan masuk tahap kedua. Tentu kita butuh lahan itu, lahan itu sangat efektif, karena kita punya jalur yang sudah ada, kita manfaatkan tentunya beberapa masyarakat, sudah ada studi, sudah ada LARAP, sudah ada jumlahnya yang harus berpindah. Kita harus lebih detail lagi mensosialisasikan walaupun setahun kebelakang juga sudah sosialisasikan," jelasnya.

Untuk pelaksanaan kita harus menunggu tim indepent, ada aturan anggarannya. Alhamdulillah Pemerintah Pusat support, Insya Allah akhir tahun ini sudah kita mulai . tambahnya Tahap satu kita masih pekerjaan persiapan badan jalan, karena memang disitu kondisi lahan kita sangat teknis sekali. Pekerjaan jembatan disini ga panjang-]anjang kita sudah mulai setting yang baru nanti yang eksisting akan kita angkat dan sehingga levelnya bisa lebih baik dan kecepatan kereta yang kita targetkan bisa mendukung juga nantii setelah ada kereta cepat tentu jalur ganda juga bisa beroperasi, ujarnya.

Double track yang kita kerjakan sekarang sudah 14 km, nanti itu parsial 9 km, jadi total sekitar 26 km.

Untuk tahap II akan dilakukan steril terlebih dahulu terhadap lahan Pemerintah yang saat ini ditempati oleh warga “Lahan yang tadi saya bilang ini tentu di Cicalengka ini yang masuknya ini kan banyak dari sana ini kita akan sterilkan. Lahan pemerintah, termasuk Kiaracondong ini lahan pemerintah.

Jadi ada seluruh 900 bidang kalau di Kiaracondong itu ada 600 bidang. kalau total dari ujung ke ujung ada 900 bidang" jelasnya.

Seperti diketahui, bangunan yang berdiri di lahan milik Pemerintah itu sudah di tempati warga puluhan tahun, “ mereka membutuhkan itu karena sudah lama ya. Ini tapi sebenarnya dari sejak mereka menempati mereka sudah tahu ini milik pemerintah jadi kalau Pemerintah mau pakai mereka akan kooperatif," paparnya.

Dalam hal ini pemerintah memberikan dukungan strategis untuk ini istilahnya ada kerohimannya ini aturannya ada, kami mengawal itu," tambahnya.

Erni mengungkapkan warga yang terdampak pembangunan jalur ganda akan menerima uang kerohiman sesuai dengan aturan yang berlaku "Kerohiman yang akan dibayarkan besarannya berdasarkan perpres no 62 tahun 2018 disitu diatur bahwa kompensasi terdiri dari biaya sewa 12 bulan, biaya bongkar, biaya mobilisasi dan biaya pemanfaatan tanah. luas bangunan tidak terpengaruh.

Selain itu Erni pun memastikan bahwa pembangunan jalur ganda ini menunjang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Dengan adanya jalur ganda menuju Bandung maka konektivitas masyarakat bisa lebih cepat ketika menggunakan fasilitas umum ini. Pembangunan jalur ganda pun diproyeksi bisa menumbuhkan jumlah kereta yang melintas di kawasan ini hingga dua kali lipat’ tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, mendukung proses pembangunan jalur ganda Kiaracondong – Cicalengka ini. Pemkot Bandung hanya sebagai pendamping proses pembangunan tersebut karena proyek seutuhnya ada di Kemenhub yang dianggarkan sebesar Rp1,3 triliun.

"Kita mendukung, dan kita mendampingi. Karena ini kan ada di wilayah Kota Bandung, ujarnya Selain itu Oded juga menekankan yang terpenting agar selalu berkoordinasi. (BTP Jabar)

Share to:

Berita Terkait: