• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

KOMITMEN AWAL TAHUN DJKA: PERJANJIAN KINERJA DAN PAKTA INTEGRITAS SEBAGAI WUJUD REFORMASI BIROKRASI

 

(Jakarta 20/1) - Sebagai wujud integritas dan komitmen dalam pelaksanaan tata kelola Pemerintahan yang bersih dan profesional, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Unit Kerja Eselon II dan III/Balai Di Lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2022. Acara ini dilaksanakan di Ruang Majapahit, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan pada Kamis (20/1) pagi. Kegiatan penandatangan ini dihadiri secara langsung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, beserta seluruh jajaran Eselon II dan III di lingkungan DJKA. Acara dibuka dengan pembacaan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Perencanaan, Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Nurhadi Unggul Wibowo dan dilanjutkan dengan penandatangan Pakta Integritas oleh seluruh Direktur dan Kepala Balai di lingkungan Ditjen Perkeretaapian.

Dalam laporannya, Nurhadi menjelaskan pelaksanaan kegiatan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi guna mewujudkan tata kelola yang bersih dan akuntabel. “Substansi utama yang diatur dalam Perjanjian Kinerja berupa sasaran strategis dan komitmen bersama dalam mewujudkan Good and Clean Governance melalui penyelenggaraan SAKIP yang konsisten dan terukur,” tutur Nurhadi.

“Tahun 2022, Direktorat Jenderal Perkeretaapian mendapatkan alokasi DIPA sebesar Rp.6,73 triliun yang terdistribusi untuk program dukungan manajemen sebesar Rp.572,39 milyar dan program infrastruktur konektivitas sebesar Rp.6,16 triliun yang meliputi kegiatan Infrastruktur Konektivitas Transportasi Perkeretaapian sebesar Rp.1,92 triliun, Pelayanan Transportasi Perkeretaapian sebesar Rp.3,38 triliun, Keselamatan dan Keamanan Transportasi Perkeretaapian sebesar Rp.790,36 milyar, Penunjang Teknis Transportasi Perkeretaapian sebesar Rp.71,93 milyar,” lanjut Nurhadi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja DJKA selama tahun 2021 yang mencapai 96,7%. “Cukup banyak capaian strategis yang berhasil kita raih selama 2021, seperti pengoperasian KRL Yogya - Solo dan KA Bandara YIA, modernisasi sejumlah stasiun di lintas Manggarai-Cikarang, dan peningkatan jalur KA di beberapa lokasi lintas utama Jawa dan Sumatera sepanjang 172 km’sp. Pencapaian tersebut hendaknya bisa dijadikan sebuah motivasi agar DJKA dapat bekerja dengan lebih optimal dan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pencapaian target-target Prioritas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kesejahteraan Rakyat. Saya  juga ingin menekankan untuk memperhatikan aspek keselamatan transportasi perkeretaapian, karena pada tahun lalu, kecelakaan kereta api masih terjadi sebanyak tujuh kali kecelakaan,” ucap Zulfikri dalam sambutannya.

Zulfikri juga singgung target penyerapan DJKA pada tahun 2022 yang masih belum ditetapkan, namun Kementerian Perhubungan telah menargetkan penyerapan rata-rata sebesar 95%. “Dengan capaian kita di tahun lalu di angka 96,7%, setidaknya Saya berharap pada tahun ini kita dapat mencapai 97%, yang artinya terjadi peningkatan penyerapan dibandingkan tahun lalu. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, perlu adanya usaha maksimal dan kerjasama antar pegawai DJKA karena masyarakat perlu merasakan hasil yang konkrit dari kinerja pemerintah. Meskipun dengan kondisi fiskal negara semakin terbatas, hal ini hendaknya tidak menjadi penghalang, sehingga kita dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai sebuah tantangan untuk berinovasi dalam mengatasi ketergantungan terhadap APBN, juga mendorong terciptanya Creative Financing dalam pemenuhan kebutuhan Infrastruktur Transportasi,” lanjut Zulfikri.

 Zulfikri juga kembali menegaskan tentang Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas merupakan perwujudan Reformasi Birokrasi dan Penguatan Sistem Akuntansi Kinerja Instansi Pemerintah dalam mendorong organisasi untuk senantiasa berorientasi bekerja secara Profesional, efektif, efisien, akuntabel dan menjunjung tinggi nilai-nilai Integritas dalam tata kelola Pemerintahan serta responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya. “Tidak lupa Saya himbau kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk bekerja secara profesional, mentaati peraturan, bekerja dengan efisien dan produktif serta mencegah terjadinya moral hazard,”pungkas Zulfikri.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan Pelaporan Capaian Kinerja Melalui E-Performance Kategori Unit Kerja terbaik Eselon II kepada Direktorat Prasarana Perkeretaapian dan Unit Kerja terbaik Eselon III /Balai Tahun 2021 kepada Balai Kereta Api Ringan Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring). (JM/PHP/YSI)

Berita Terkait: