Berita Sebelumnya

SOSIALISASI UPAYA PENERAPAN UNIT KEPATUHAN INTERNAL (UKI) DAN UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG) DI LINGKUNGAN BALAI TEKNIK PERKERETAAPIAN SUMATERA BAGIAN SELATAN.

Berita Selanjutnya

PERSIAPAN PENGOPERASIAN JALUR KERETA API SEI MANGKEI – PELABUHAN KUALA TANJUNG


DITJEN PERKERETAAPIAN TAWARKAN PROYEK KPBU DALAM KEGIATAN WORKSHOP “URBAN TRANSPORT DEVELOPMENT IN INDONESIA, URBAN RAIL PROJECTS TO SUPPORT THE MOBILITY OF CITIES”

DITJEN PERKERETAAPIAN TAWARKAN PROYEK KPBU DALAM KEGIATAN WORKSHOP “URBAN TRANSPORT DEVELOPMENT IN INDONESIA, URBAN RAIL PROJECTS TO SUPPORT THE MOBILITY OF CITIES”
SP NO. 15/DJKA/II/2020

Jakarta, 19 Februari 2020

Keterbatasan anggaran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur perkeretaapian mengharuskan pemerintah mencari pendanaan alternatif, agar target pembangunan yang telah ditetapkan bisa tercapai. Menyadari hal tersebut, Ditjen Perkeretaapian mengikuti workshop dengan tema “Urban Transport Development in Indonesia, Urban Rail Projects to Support the Mobility of Cities” yang diselenggarakan Komisi Perdagangan Business France, Kedutaan Perancis di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Hadir dalam Kegiatan tersebut perwakilan Dari PT.Adhi Karya, MRT, Bappenas serta beberapa perusahaan swasta asal Perancis yang sukses membangun Urban Transportations di beberapa negara. Salah satu tujuan pertemuan ini membahas potensi kerjasama antara Perancis dan Indonesia pada bidang Urban Transport di Indonesia.

Dalam sambutannya Mrs. Myriam SAINT-PIERRE First Counsellor Kedutaan Besar Perancis di Jakarta mengatakan bahwa kerjasama Indonesia dan Perancis sangat baik, sudah berlangsung cukup lama dan diharapkan dari kegiatan ini akan ada bidang baru yang dapat dikerjasamakan. Sementara itu Sesditjen Perkeretaapian, Zulmafendi menyampaikan bahwa pembangunan perkeretaapian untuk saat ini dan kedepan memerlukan investasi yang sangat besar. Dengan keterbatasan anggaran pemerintah maka investasi dari modal asing sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan pembangunan perkeretaapian nasional. Ada beberapa kegiatan rencana proyek urban transportations di Indonesia yang bisa dikerjasamakan dalam skema KPBU, antara lain LRT Cibubur – Bogor, Bandung Urban Railway, Kertajati Airport Railway, Semarang Urban Railway, Medan – Binjai – Deli Serdang, Makassar Urban Railway dan Mengwitani – Singaraja dan beberapa diantaranya memiliki potensi untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan - perusahaan swasta melalui metode Private Public Partnership (PPP).

Lebih lanjut Zulmafendi menyampaikan bahwa pembangunan prasarana perkeretaapian semakin meningkat khususnya di 5 tahun terakhir dengan panjang jalur yang mencapai ±960 km termasuk di dalamnya pembangunan prasarana KA perkotaan yang menggunakan teknologi tinggi yaitu MRT Jakarta, Double-Double Track Manggarai, LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Ke depan akan dikembangkan lagi kereta api perkotaan di beberapa kota besar yang bisa menarik calon investor khususnya dari perusahaan perusahaan Perancis. Pertemuan bilateral Perancis – Indonesia ini diharapkan akan menghasilkan kerjasama pembangunan urban transport, baik dengan MRT maupun LRT di kota-kota lainnya yang masih terus berlanjut di Indonesia. Mengingat transportasi massal berbasis rel di perkotaan saat ini memang sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan di jalan dan mengurangi polusi udara.
(spn/rvp)

Kepala Bagian Hukum Ditjen Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan

YENNESI ROSITA

Facebook: ditjenperkeretaapian
Twitter: @perkeretaapian
Instagram: ditjenperkeretaapian
Youtube: ditjenperkeretaapian
Website: ditjenperkeretaapian
Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan
Jalan Merdeka Barat No. 8 Jakarta 10110

Komentar

Kirim Komentar