KE DEPAN, LRT SUMSEL ROLE MODEL SEMUA PENYELENGGARA PELAYANAN PUBLIK

PALEMBANG – Dalam upaya memberikan pelayanan publik yang ramah terhadap kelompok rentan, seperti kaum difabel, ibu hamil, dan lansia, Tim Kedeputian Pelayanan Publik Kementerian PANRB melakukan peninjauan sarana dan prasarana kelompok rentan pada pelayanan transportasi di beberapa kementerian dan lembaga, salah satunya LRT Sumatera Selatan, Rabu (16/9).

Deputi Bidang Layanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa, dalam kunjungannya mengatakan, pihaknya sangat konsen terhadap layanan publik, baik  prinsip maupun nondriskriminatif dalam tatanan undang-undang transportasi. ”Kami  melakukan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satu yang dinilai yakni akses sarana prasarana, termasuk sarana prasarana bagi kelompok rentan. Kami juga mendukung agar semua penyelenggara pelayanan publik dapat memberikan layanan yang aman, tertib, dan tepat sasaran untuk kelompok rentan,” ujar Diah Natalisa didampingi Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, Rosita, saat meninjau fasilitas yang ada di Stasiun LRT Ampera.

Ditambahkan wanita berhijab ini, pihaknya mendorong beberapa kementerian dan lembaga menjadi role model penyelenggara pelayanan publik yang konsen terhadap kelompok rentan. ”Salah satunya adalah Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan telah mengirimkan rekomendasi untuk mengunjungi sembilan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) yang ramah terhadap kelompok rentan, salah satunya Balai Pengelola LRT Sumatera Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya sangat senang melihat berbagai upaya yang telah dilakukan LRT Sumsel untuk memenuhi sarana prasarana bagi kelompok rentan. ”Kami juga memberikan beberapa saran dalam penyempurnaan. Semoga layanan yang ada di LRT Sumsel dapat menjadi role model bagi semua penyelenggara pelayanan publik, tidak hanya di Kementerian Perhubungan, tapi juga berbagai jenis layanan lainnya sehingga lambat-laun kami berharap semua masyarakat, termasuk kelompok rentan, dapat dilayani lebih baik lagi,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebagai transportasi massal modern pertama di Indonesia, LRT Sumatera Selatan dibangun sesuai standar pelayanan yang ramah terhadap semua lapisan masyarakat. Hal ini terlihat dari tersedianya berbagai fasilitas yang dapat digunakan penumpang saat menggunakan LRT, tak terkecuali kaum disabilitas, ibu hamil, dan lansia. Seperti lift, eskalator, anak tangga, ruang medis, ruang ibu menyusui, guiding block untuk menuntun jalan penumpang tunanetra, toilet bagi difabel, kursi prioritas di peron maupun di dalam kereta, penunjuk arah, dan batas pintu masuk kereta. (bpkarss)

Komentar

Kirim Komentar