Sesditjen Perkeretaapian : Berubah Lebih Baik Untuk Menuju BLU

Grobogan  – Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulmafendi, meninjau langsung kesiapan pengelolaan Balai Perawatan Perkeretaapian menjadi Badan Layanan Umum (BLU) bertempat di kantor Balai Perawatan Perkeretaapian Grobogan Jawa Tengah pada Kamis (16/9/2021).  

 

Setiba di Workshop Ngrombo Grobogan, Zulmafendi disambut oleh M Andi Hary Murty selaku Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian beserta jajarannya. Turut diperlihatkan kepada Sesditjen Perkeretaapian beberapa fasilitas dan sarana perkeretaapian milik Negara yang ada di lingkungan Balai Perawatan Perkeretaapian, dari pintu gerbang utama sampai ke fasilitas alat dan gedung yang ada di dalam area Balai.

 

Agenda kali ini merupakan kunjungan pertama kali Zulmafendi di Balai Perawatan Perkeretaapian. Setelah melihat fasilitas yang ada pada Balai Perawatan Perkeretaapian, Zulmafendi yang datang didampingi Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya, menyampaikan kesan positifnya atas fasilitas di Balai Perawatan Perkeretaapian yang terawat dengan baik dan dalam kondisi bersih.

 

Dalam sambutan dan arahan beliau di hadapan  jajaran staf Balai Perawatan Perkeretaapian, Zulmafendi mendukung Balai Perawatan Perkeretaapian untuk maju menjadi BLU dengan melakukan langkah transformasi mengikuti perkembangan zaman. “Saya harap Balai Perawatan Perkeretaapian memiliki kesiapan melakukan perubahan untuk kemajuan balai dan demi kesejahteraan bersama”, terang Zulmafendi.

 

Melalui pesan yang disampaikan pada kesempatan kunjungan tersebut, Zulmafendi mengingatkan bahwa UPT yang akan menjadi BLU harus menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dengan baik. Sebagai unit usaha di pemerintahan, unit BLU harus menetapkan layanan utama yang akan dijalankan sebagai core business, sehingga entitas BLU memiliki kemampuan untuk dapat menghidupi dirinya sendiri secara sustainable.

 

“Perlu dilihat potensi apa saja yang dimiliki Balai untuk bisa dikelola menjadi sumber pendapatan sebagai entitas BLU kedepannya”, jelas Zulmafendi.

 

Sebagai unit kerja yang akan maju sebagai BLU, Balai Perawatan Perkeretaapian harus menggali potensi yang dimiliki berkaitan dengan pengelolaan layanan publik untuk penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual, artinya ada semangat pelayanan beriringan dengan motif ekonomi mandiri yang harus dibangun, sehingga di satu sisi memungkinkan untuk diangkat sebagai rencana strategi bisnis, di sisi lain Balai Perawatan Perkeretaapian harus cepat beradaptasi menyiapkan kapasitas SDM yang dimiliki melalui berbagai pelatihan-pelatihan dan diklat menuju pengelolaan yang mandiri.

 

Menanggapi dukungan Sesditjen Perkeretaapian tersebut, Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian Andi Hary Murty, menyambut baik dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas SDM agar dapat bersaing pada ekosistem bisnis nantinya. “Terima kasih atas dukungan yang diberikan, kami akan berupaya untuk melaksanakan amanat yang akan diberikan dengan baik”, terang Andi.

 

Ada banyak keuntungan yang bisa dilakukan Unit yang berubah menjadi BLU, pertama dari sisi pengelolaan kelembagaan yang bersifat lebih mandiri dan fleksibel guna dapat disesuaikan dengan strategi bisnis dalam upaya pengembangan kualitas dan kapasitas layanan publik. Kemudian rentan kendali unit BLU dengan Kementerian Perhubungan pusat pun menuju ke arah yang lebih independen, karena BLU adalah entitas yang dibuat serupa dengan manajemen operasional entitas bisnis korporasi, sehingga mekanisme audit yang semula dilakukan oleh auditor internal kementerian perhubungan, akan berubah menjadi mekanisme audit oleh auditor independen.

 

Agenda kunjungan berlangsung lebih kurang selama empat jam, dari kedatangan rombongan pada pukul empat sore hingga bertolak untuk melanjutkan perjalanan ke Surakarta pada pukul delapan malam waktu setempat. (Yog)

Komentar

Kirim Komentar