Sinergi, Balai Perawatan Perkeretaapian Terima Kunjungan PT KAI Daop 4 Semarang

GROBOGAN – Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian, M Andi Hary Murty didampingi Kepala Seksi Perawatan Berat Prayitno dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Gunawati menerima kunjungan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang di aula kantor Balai Perawatan Perkeretaapian, Senin (7/6/2021). 

Dalam sambutannya, Andi Hary Murty pada kegiatan ini antara lain mengucapkan selamat datang dan memaparkan profil Balai Perawatan Perkeretaapian secara umum kepada para manajemen PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang tersebut.

Kunjungan ini selain dalam rangka silaturahmi jajaran pimpinan DAOP 4 Semarang yang baru, juga untuk menjajaki berbagai kemungkinan kerjasama yang bisa dilakukan dengan Balai Perawatan Perkeretaapain.  Hal tersebut disampaikan Executive Vice President Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo didampingi jajaran manajemen PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang.

Pejabat yang mulai memimpin Daop 4 Semarang pada bulan Maret kemarin, menyampaikan harapannya, sinergi yang telah terbangun selama ini, dapat tumbuh lebih baik lagi, khususnya dari aspek keselamatan transportasi kereta api, maupun pada sisi pelayanan pada pengguna jasa layanan transportasi kereta api. "Kerjasama berkenaan bantuan pemanfaatan sarana untuk perbaikan jalur kereta api, agar proses kontrol dan pemeliharaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien," harap Wisnu.  

Acara diskusi yang berjalan sekitar satu setengah jam diisi dengan pemaparan program PT KAI (Persero) utamanya Daop 4 Semarang. Kerjasama yang diutarakan oleh Wisnu, salah satunya adalah untuk mendukung program peningkatan kecepatan perjalanan kereta api. Peningkatan kecepatan tersebut pada akhirnya berdampak pada waktu perjalanan yang lebih singkat dengan pemangkasan waktu tempuh.

Kemudian dari sisi historis, menurut Manajer Operasi Daop 4 Semarang Trionggo Junaedi yang turut hadir pada acara, wilayah operasi Daop 4 Semarang memiliki tingkat risiko akan potensi banjir, dengan sifat cuaca yang tidak bisa ditebak. “Lokomotif kami yang khusus untuk melewati jalur terdampak banjir sudah TSO, maka dari itu kiriman bantuan Lokomotif CC 300 yang berasal dari Balai Perawatan Perkeretaapian sangat membantu operasional di lapangan”, jelas Trionggo.

Hal senada disampaikan Andy Hary Murty, yang memiliki harapan yang sama, pengelolaan sarana perkeretaapian pada Balai Perawatan Perkeretaapian mengarah kepada pengelolaan manajemen yang semakin profesional, mulai dari proses pemeliharaan sarana sampai dengan pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo saat ini terus berpacu untuk mengembangkan diri. Setelah melakukan penyambungan jalur kereta api dengan sepur raya melalui Stasiun Ngrombo dan penambahan berbagai fasilitas perawatan, kemudian disusul dengan penarikan beberapa sarana perkeretaapian milik negara untuk dapat stabling di wilayah Balai Perawatan Perkeretaapian.

Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian menjelaskan audiensi yang dihadiri oleh delapan orang jajaran manajemen PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang ini merupakan bentuk sinergisitas yang baik antara PT KAI (Persero) sebagai operator dengan Balai Perawatan Perkeretapian selaku representasi dari regulator di bidang perkeretaapian. "Ke depan harapannya aset negara yang ada di Balai dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal", papar Andi pada kesempatan yang sama.

Terkait kemungkinan penggunaan sarana perkeretaapian milik negara untuk operasional pemeliharaan jalur oleh PT KAI (Persero), Andi Hary Murty menjelaskan bahwa hal itu sudah sesuai dengan arah pengembangan Balai kedepannya. “Kami juga telah berdiskusi dengan Pak Sesditjen (Perkeretaapian), arahan beliau mau tidak mau (sarana perkeretaapian milik negara) harus dimanfaatkan”, jelas Andi. Selain itu beberapa pejabat teras di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah beberapa kali meninjau situasi di Balai terkait kesiapan untuk pelaksanaan manajemen pengelolaan sarana perkeretaapian milik negara secara terintegrasi.

Namun tentu ada banyak hal yang harus diperhitungkan, mulai dari regulasi yang akan menjadi dasar pelaksanaan yang mengarah pada pengelolaan PNBP, serta persiapan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan manajemen pengelolaan tersebut. "Terkait permintaan penggunaan sarana, bisa saja, semua akan dipersiapkan dan komunikasi dapat dilakukan secara lebih khusus untuk mewujudkannya" pungkas Kepala Balai Perawatan.

Usai agenda diskusi, rombongan didampingi Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian melihat fasilitas balai dan sarana perkeretaapian milik negara dengan kategori peralatan khusus yang ada di tempat. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama dengan penyerahan cinderamata.

Yang menarik, kedua lembaga memberikan cinderamata yang sama berbentuk miniatur kereta api, hanya saja dengan masing-masing karakter. Balai Perawatan Perkeretaapian membawa miniatur Lokomotif CC 300 berwarna khas merah, sementara PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang membawa miniatur Lokomotif kuno berwarna hitam khas lokomotif berpenggerak uap koleksi Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang. (yos)

Komentar

Kirim Komentar