• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

Kepala Baperka : Lakukan Practical Exercise, Elaborasikan Pengetahuan dan Kompetensi

Grobogan – Balai Perawatan Perkeretaapian menyelenggarakan practical exercise melalui program peningkatan kompetensi penguasaan mesin, alat, sarana perkeretaapian. Kegiatan dimulai pada Senin (22/4/2024) di emplasemen Workshop Ngrombo, dan akan dilangsungkan selama satu bulan kedepan.

Practical exercise merupakan kegiatan yang secara diadakan oleh Seksi Perawatan Berkala dan Seksi Berawatan Berat dalam rangka penguatan pengetahuan dan penajaman kompetensi dengan mendalami dan menggali pemahaman secara lebih komprehensif tentang fungsi sarana perkeretaapian, komponen mesin, elektrik, maupun dalam rangka pengayaan pengetahuan tentang perawatan sarana perkeretaapian menggunakan alat pendukung perawatan.

Practical exercise dengan tema yang terfokus pada mesin, alat dan sarana perkeretaapian, diadakan karena relevansi tupoksi Balai Perawatan Perkeretaapian dalam pengelolaan sarana perkeretaapian saat ini dihadapkan pada berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat bahkan lebih cepat dari yang diduga dan tidak dapat diprediksi dengan berbagai ragam tantangannya. Perubahan di sub sektor perkeretaapian mulai muncul dengan semakin berkembangkan format kereta modern, seperti adanya Kereta Cepat dan Kereta Tanpa Awak di kawasan metro.

Dengan demikian perlu adanya percepatan dan pemahaman kembali tentang kompetensi fundamental di bidang perkeretaapian, baik penguasaan konsepsi mekanik sarana maupun kontekstual disesuaikan dengan perkembangan teknologi perkeretaapian yang dilalui saat ini maupun yang akan dilalui kedepan.

“Sampai di mana kekuatan tim teknis kita untuk menangani Sarana Milik Negara dan alat-alat yang kita kelola? Kompetensi itu seperti proses belajar, tidak pernah ada hal yang final, tidak berhenti pada apa yang dipelajari di perguruan tinggi, melainkan perlu dikembangkan sesuai perkembangan di lapangan,” kata Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian Prayudi.

Lebih lanjut, Prayudi berpendapat bahwa dunia pengetahuan teori dan praktis di perguruan tinggi bisa berada pada tahap akhir hanya apabila tidak bisa dipertemukan dengan dinamika perkembangan teknologi di lapangan, khususnya teknologi perkeretaapian yang semakin modern. Itu pun masih bersifat sementara sampai ada temuan-temuan baru. Oleh karena itu, practical exercise dinilai penting untuk dilakukan sebagai wadah elaborasi pengetahuan dan kompetensi, melalui penguatan pengetahuan dan penajaman kompetensi tim internal Balai Perawatan Perkeretapian.

 

 

“Perkembangan sarana perkeretaapian bersifat dimanis,” terang Prayudi menjelaskan pada forum konsolidasi internal, didamping Kepala Seksi Perawatan Berat dan Kepala Seksi Perawatan Berkala. Tidak hanya sarana perkeretaapian manual yang akan dikelola Balai Perawatan Perkeretaapian. Tim kerja dituntut untuk memahami operasional kereta LRT. Kedepan Prayudi berharap Balai Perawatan Perkeretaapian menjadi bagian untuk melakukan maintenance kereta LRT.

Kompetensi teknis perkeretaapian adalah suatu kemampuan yang merupakan totalitas, akumulasi, atau agregat untuk mendapatkan kemampuan dengan kapasitas profesional. Tingkatan profesional tersebut akan ditunjukkan dengan sertifikasi lebih lanjut.

Sembilan kelompok kerja telah dibentuk untuk melaksanakan kegiatan practical excercise. Per kelompok diberikan obyek praktek kompetensi, meliputi Lokomotif CC 300, Forklift, Gerbong Datar, Tadano, Excavator Geismar, Excavator VAIA Car, Bridge Inspection Car (BIC), serta mesin dan alat pendukung perawatan.

Mesin dan alat pendukung perawatan, yang dikerjakan pada periode pekan pertama, diantaranya yakni alat kompresor, lifting jack, mesin pembersih bantalan, alat ukur wheel profile, mesin pengelasan dan alat-alat lainnya yang digunakan pada kegiatan perawatan P1 (Perawatan Bulanan) sarana Excavator Geismar, Excavator VAIA Car dan Tadano.

 

 

Kegiatan practical excercise direncanakan selama empat pekan. Obyek praktik kompetensi akan digilir untuk masing-masing kelompok kerja. Nantinya setiap kelompok dituntut membuat laporan hasil kegiatan untuk kemudian dipresentasikan di hadapan pimpinan.

Sementara output dari kegiatan ini adalah diharapkan dapat menjembatani relevansi keilmuan teoritis dan terapan di lapangan. Sehingga para peserta semakin profesional sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Dengan adanya kegiatan ini, seluruh peserta diharuskan untuk menjalin kerjasama yang baik antara tim kerja. Karena kompetensi di bidang teknis perlu didukung juga dengan semangat team work antar tim kerja.

Kegiatan Practical Exercise diikuti oleh tim teknis perkeretaapian Balai Perawatan Perkeretaapian, dan ASN penerimaan tahun 2021, 2022 dan 2023. (yogo)

Share to:

Berita Terkait:

F