KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA KOMISI V DPR RI KE WILAYAH KERJA BALAI TEKNIK PERKERETAAPIAN KELAS II WILAYAH SUMATERA BAGIAN UTARA

MEDAN (14/10) – Direktur Prasarana Perkeretaapian Bapak Harno Trimadi didampingi Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Utara Bapak Dandun Prakosa menerima kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI Bapak Bob Andika Mamana Sitepu ke wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Utara. Turut hadir juga Bupati Kabupaten Batu Bara, Kapolres Kabupaten Batu Bara serta VP Divre I PT. KAI.

Guna meningkatkan konektivitas di bidang perkeretaapian, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Utara sebagai perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan beberapa kegiatan pembangunan yang mendukung terwujudnya kemudahan bertransportasi dalam bidang perkeretaapian di wilayah kerja Sumatera Bagian Utara.

Dalam kunjungan dijelaskan tentang kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2021 ini di BTP Sumatera Bagian Utara antara lain:

  1. Pembangunan Jalur KA Lintas Lhokseumawe - Bireuen (Lanjutan Pembangunan Jalur KA Segmen Krueng Geukueh - Paloh sepanjang 8 km)
  2. Lanjutan Pembangunan Jalur KA Trans Sumatera Lintas Besitang – Langsa (Segmen Sei Liput - Besitang) Sepanjang 35 km'sp
  3. Pekerjaan Utilitas lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung
  4. Pekerjaan Pengadaan Tanah Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara.

Selain kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan peningkatan jalur kereta api lintas Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar sepanjang 105,543 km’sp dengan manfaat untuk meningkatkan kecepatan perjalanan kereta api dari semula 60 km/jam menjadi kecepatan maksimal 90 km/jam dan menyingkat waktu tempuh antara Medan - Siantar dari 4 jam menjadi 2 jam. Di samping itu, untuk meningkatkan kapasitas Stasiun Lubuk Pakam dari semula daya tampung penumpang 2000 orang /hari menjadi 8000 orang/hari, dengan luas bangunan lama (eksisiting) 300m2 menjadi 875m2 (stasiun baru).

Untuk Pekerjaan Utilitas di jalur antara Bandar Tinggi – Pelabuhan Kuala Tanjung yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dengan ruang lingkup pekerjaan:

  1. Pembangunan 5 underpass
  2. Pembangunan 5 pintu perlintasan
  3. Pembangunan 10 km frontage Road

Adapun outcome dari pembangunan lintas Bandar Tinggi – Pelabuhan Kuala Tanjung adalah untuk konektivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dari dan ke Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara, serta untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Kegiatan pembangunan ini juga menyerap tenaga kerja melalui program Padat Karya dalam rangka pemberdayaan masyarakat pada masa pandemi covid 19 dengan jumlah tenaga kerja sebesar 114.562 orang hari (OH) pada tahun 2021 yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada perekonomian  masyarakat sekitar lokasi pembangunan yang terdampak pandemi covid 19.

Dalam sambutannya Bapak Direktur Prasarana Perkeretaapian memohon dukungan kepada semua pihak baik Pemerintah di tingkat pusat maupun Pemerintah Daerah untuk mendukung pembangunan perkeretaapian khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Komentar

Kirim Komentar