• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

Pentingnya Metode Perkuatan dan Perbaikan Tanah Untuk Pembangunan Prasarana Perkeretaapian

Purwokerto (23/2) - Perkuatan dan perbaikan tanah menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan konstruksi prasarana perkeretaapian. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I, Mohammad Fatawi mewakili Direktur Prasarana Perkeretaapian dalam Bimbingan Teknis Perkuatan dan Perbaikan Tanah Untuk Pembangunan Jalur dan Bangunan Kereta Api pada Jumat (23/2). 

"Perkuatan dan perbaikan tanah merupakan salah satu
bagian yang penting dalam pembangunan konstruksi terutama pada jalur dan bangunan kereta api, yang menjadikannya dasar awal untuk menentukan kualitas semua pekerjaan dalam konstruksi," ungkap Kasubdit Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I.

Namun demikian, pekerjaan konstruksi prasarana perkeretaapian di Indonesia  juga diikuti dengan tantangan-tantangan geografis sehingga perlu perhatian khusus.

"Pemilihan metode perkuatan dan perbaikan tanah yang tepat secara teknis dan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan menjadi suatu kewajiban yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk melanjutkan pekerjaan lainnya pada pembangunan prasarana jalur dan bangunan kereta api, supaya hasil pekerjaan konstruksi sesuai dengan mutu dan sesuai dengan umur rencana," imbuhnya.

Pakar geoteknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dedi Apriadi membenarkan tantangan yang dihadapi oleh engineer dalam menyelesaikan proses konstruksi seperti ketersediaan tanah dan pemilihan metode konstruksi baik perbaikan atau perkuatan tanah.

"Ketika sudah memenuhi kriteria desainnya, hal yang tidak kalah penting adalah menentukan parameter tanah desain. Jadi tidak cukup desain yang dibuat sudah memenuhi desain kriteria, tapi juga harus bisa dikerjakan di lapangan," jelas Dedi Apriadi dalam pemaparan materi pada bimbingan teknis di sesi pertama.

Lebih lanjut, Dedi Apriadi juga menjelaskan dalam proses konstruksi agar memperhatikan tidak hanya direct cost pada saat konstruksi tetapi juga long term maintenance cost, durasi complation hingga cost benefit. 

"Itulah tantangan sebagai engineering untuk bekerja secara profesioal. Banyak metode perkuatan maupun perbaikan tanah yang dapat digunakan pada kondisi dimana durasi pekerjaan relatif singkat padahal kita berhadapan pada tanah lunak misalnya," terangnya.

Bimbingan Teknis Perkuatan dan Perbaikan Tanah Untuk Pembangunan Jalur dan Bangunan Kereta Api diisi dengan diskusi terkait perkuatan dan perbaikan tanah dilanjutkan dengan studi kasus pekerjaan konstruksi yang juga disampaikan oleh ahli konstruksi Wendra Komara yang juga merupakan narasumber pada sesi kedua. 

Direktorat Prasarana Perkeretaapian secara konsisten berupaya untuk terus meningkatkan kompetensi serta
memperkaya pengetahuan setiap Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pembangunan infrastruktur perkeretaapian.  

Bedasarkan amanah Undang-Undang, Direktorat Prasarana Perkeretaapian juga berperan dalam menata Penyelenggaraan Perkeretaapian Nasional secara menyeluruh guna memastikan tujuan penyelenggaraan perkeretaapian. Rencana pengembangan dan penyelenggaran perkeretaapian seperti yang telah dituangkan dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) Tahun 2030 membutuhkan sinergi yang kuat antar semua pihak dalam menyelesaikan program pembangunan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul. 

Bimbingan Teknis yang juga diikuti oleh direktorat teknis dan balai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian tersebut pada akhirnya diharapkan dapat membantu dalam merencanakan dan melaksanakan proyek – proyek prasarana perkeretaapian dengan lebih efisien dan berkelanjutan. (DPP)

Share to:

Berita Terkait:

F