Perencanaan Matang Kunci Operational Excellence, Dirsar Perkeretaapian

Grobogan  – Direktur Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Djarot Tri Wardhono, mengingatkan Balai Perawatan Perkeretaapian sebagai unit kerja, untuk melakukan perencanaan kerja dengan baik, memperhatikan porsi kebutuhan organisasi dan tujuan yang ditetapkan. Hal tersebut disampaikan Djarot pada saat berada di Balai Perawatan Perkeretaapian Grobogan Jawa Tengah dalam kunjungannya pada Sabtu (20/11/2021).

 

Pada kunjungan perdananya di workshop ngrombo, Djarot melakukan pengecekan di semua fasilitas UPT didampingi jajaran pimpinan Balai Perawatan Perkeretapian. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dari sarana sampai jalur stabling pada balai yang menjalankan tugas dan fungsi di bidang pemeliharaan sarana perkeretaapian milik negara.

 

Setelah melihat fasilitas yang ada pada Balai Perawatan Perkeretaapian, Djarot yang datang bersama Kepala Subdit Pengelolaan SMN Hendrialdi, menyebut bahwa pengelolaan balai harus dilakukan sesuai standar sebuah balai yasa.

 

Berbicara di hadapan staf Balai Perawatan Perkeretaapian, Djarot menekankan bahwa perencanaan yang baik adalah faktor kunci dalam menjaga optimalisasi kinerja lembaga ke depannya. “Lakukan plan well, rencanakan segala sesuatu secara baik, perhatikan kebutuhan lembaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”, terang Djarot.

 

Dalam perencanaan yang baik harus dilakukan secara holistik. Selain fokus pada faktor teknis yang  berhubungan dengan data sarana perkeretaapian, pendekatan dari sisi SDM pun penting untuk dianalisa secara matang. Perencanaan SDM meliputi perhitungan kebutuhan pegawai berikut kompetensi yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengoptimalisasi pegawai melalui berbagai pelatihan. “Selain itu, hitung rencana untuk mendayagunakan peralatan perawatan perkeretaapian dalam kegiatan perawatan sarana perkeretaapian dalam rangka menunjang pengelolaan sesuai standar sebuah balai yasa”, jelas Djarot.

 

Sebagai unit kerja yang akan maju sebagai BLU, Balai Perawatan Perkeretaapian harus menggali potensi yang dimiliki berkaitan dengan pengelolaan layanan publik untuk penyediaan barang dan/atau jasa yang akan ditawarkan. Kepedulian dalam meningkatkan kualitas pelayanan harus diimbangi dengan menyiapkan kapasitas SDM yang ada melalui berbagai training dan pelatihan yang dibutuhkan.

 

Sejalan dengan arahan Dirsar Perkeretaapian tersebut, Balai Perawatan Perkeretaapian di waktu yang sama telah mengirimkan sejumlah pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun. Program tersebut adalah hasil kerja sama antara Baperka dengan PPI Madiun. Kerja sama dilakukan untuk tiga jenis diklat yang berkaitan dengan pengelolaan bidang perkeretaapian.

 

Agenda kunjungan berjalan efektif. Observasi dilakukan pada sarana yang ada di lingkungan workshop. Dirsar Perkeretaapian melakukan pengecekan pada kereta kedinasan, pengecekan fasilitas rel, tempat pencucian yang terparkir di atasnya sarana MTT, Lokomotif CC300 dan Kereta Inspeksi, lalu di dalam bangunan workshop Dirsar Perkeretaapian masuk ke dalam Kereta Fudika (Fasilitas Uji Dinamika Kereta Api) melihat kondisi sarana yang dipelihara. Selain KA Fudika, Djarot meninjau secara visual sarana BIC (Bridge Inspection Car) yang terparkir di jalur sisi samping KA Fudika.

 

Pada saat berada di dalam ruang salah satu rangkaian Kereta Kedinasan, Dirsar Perkeretaapian mendengarkan pemaparan pimpinan Balai Perawatan Perkeretaapian dengan sarana audio visual. Paparan ditayangkan pada fasilitas multimedia yang ada di dalam Kereta Kedinasan. Melihat potensi yang ada, Djarot meminta tim perawatan agar memaksimalkan pemanfaatan sarana yang idle, guna meningkatkan produktifitas fasilitas yang ada saat ini. Upaya tersebut harus dilakukan untuk menuju ke arah pengelolaan perawatan perkeretaapian secara profesional dengan skema pengelolaan BLU (Badan Layanan Umum) nantinya.

 

Selain fasilitas bangunan workshop perawatan, terdapat fasilitas bangunan gudang sarana peralatan khusus, lalu ada fasilitas stasiun pengisian BBM, serta ada fasilitas ruang peralatan perawatan perkeretaapian.

 

Semua fasilitas Balai Perawatan Perkeretaapian telah dibangun untuk menunjang kinerja perawatan perkeretaapian. Dalam pengembangannya ke depan, fasilitas workshop ngrombo akan didukung dengan tambahan fasilitas yang ada di Cipinang dan Depok. Djarot melihat potensi besar yang ada pada Balai Perawatan Perkeretaapian, untuk itulah perencaan secara baik perlu dilakukan. Tim perlu melakukan eksplorasi kembali fasilitas yang ada di Cipinang dan Depok, sehingga potensi dapat tergali secara optimal.

 

Kedatangan rombongan lebih kurang pada pukul empat sore hingga bertolak enam jam kemudian. Pada kunjungan, Direktur Sarana Perkeretaapian berkesempatan untuk melakukan penanaman pohon di halaman sebelah utara bangunan workshop sebagai kepedulian untuk memelihara kelestarian lingkungan. (Yog)

Komentar

Kirim Komentar