• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

Sinergitas BTP Padang-Ditkes untuk Menjaga Aset Negara

Padang—Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang turut menyukseskan kegiatan bertajuk Sosialisasi Penyuluhan Regulasi Perkeretaapian yang diadakan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian di Bukittinggi pada Rabu (24/5). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergitas stakeholder dalam pengembangan jaringan dan menjaga aset negara guna percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

Dalam kesempatan yang diselenggarakan di Kota yang dijuluki Parijs van Sumatera tersebut, turut dihadiri pemerintah daerah sembilan kabupaten/kota di Sumbar, PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, akademisi, komunitas dan budayawan, serta stakeholder terkait lainnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Mohamad Risal Wasal menyebutkan, jika memungkinkan bisa saja peluang untuk reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar kita bicarakan kembali.

“Reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar merupakan tantangan bagi pihak KAI. Studi sudah kami lakukan, tinggal kesepakatan kita bersama supaya percepatan itu bisa dilaksanakan,” kata Risal.

Selain mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, potensi perkeretaapian di Sumbar seperti dikatakan Mahyeldi Ansharullah sebagai Gubernur Sumbar dalam sambutannya secara virtual menurutnya juga mampu mengurangi kemacetan.

“Perkeretaapian di Sumbar memiliki banyak sekali dampak termasuk dalam mengurangi kemacetan dan juga perlu adanya konektivitas perkeretaapian antar moda transportasi di Sumbar ini,” sebut Gubernur yang acap disapa Buya itu.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Erni Basri mengungkapkan rasa terima kasihnya pada seluruh lini yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengingat potensi perkeretaapian yang dimiliki Sumbar sangat besar dan sangat disayangkan jika aset negara tersebut tak dijaga.

“Kita mohon dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menjaga aset perkeretaapian, mulai dari kereta apinya, stasiun dan juga terowongannya. Terpenting lagi, setiap pelanggaran akan ada sanksinya,” ujar Erni.

Kepala BTP Padang Supandi juga mengatakan kegiatan ini sangat perlu dilakukan dengan turut mengundang semua stakeholder terkait termasuk ninik mamak masing-masing daerah di Sumbar mengingat masih banyaknya masyarakat yang tak menjaga aset perkeretaapian dengan melakukan pencurian hingga melakukan pembangunan liar di atas aset perkeretaapian.

“Diharapkan pemerintah daerah dan ninik-mamak mampu menjaga dan mencegah terjadinya pencurian dan juga pembangunan liar di atas aset negara ini. Semua sudah jelas dalam UU No. 23 Tahun 2007 Pasal 178 tentang Perkeretaapian yang berisikan setiap orang dilarang membangun gedung, membuat tembok, pagar, tanggul, bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi atau menempatkan barang pada jalur KA yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan KA,” jelas Supandi.

Kemudian, Budayawan Sumbar Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasihnya karena diikutsertakan dalam kegiatan ini, “saya senang diikutsertakan dalam kegiatan ini, namun jika ingin melakukan tindakan apapun, diharapkan untuk melakukan kajian budaya. Pendekatan kebudayaan perlu diikutsertakan jika nantinya ingin reaktivasi jalur hingga ke Bukittinggi,” pungkasnya.

Share to:

Berita Terkait:

F