• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

Dirjen Perkeretaapian pimpin The 4th Indonesia-Russia Working Group on Transportation and Infrastructure

Dirjen Perkeretaapian pimpin The 4th Indonesia-Russia Working Group on Transportation and Infrastructure.

(Jakarta 6/10) Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri hari ini memimpin Rapat Pertemuan The 4th Indonesia-Russia Working Group on Transportation and Infrastructure yang didampingi oleh Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama dan Kemitraan Internasional (FKKI) Kemenhub, M.I Derry Aman serta dihadiri pejabat lainnya di lingkungan Kementerian Perhubungan RI sebagai delegasi dari Indonesia. Rapat yang dilaksanakan secara virtual ini membahas mengenai kelanjutan perkembangan pembahasan rencana kerjasama RI-Rusia di bidang Transportasi dan Infrastruktur yang sebelumnya sudah dibahas dan diselenggarakan di Moskow, Rusia pada tanggal 24-25 Juli 2018. “Suatu kehormatan bagi saya untuk memimpin pertemuan ini sekaligus menjadi host dalam rapat ini yang tentunya cukup disayangkan harus dilakukan secara virtual dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi secara global termasuk di Indonesia dan Rusia.” Zulfikri membuka rapat.

Dalam agenda ini Indonesia menyampaikan berbagai proyek infrastruktur transportasi dalam skema KPBU yang ditawarkan kepada pihak Rusia. “Mengikuti arahan dari Presiden RI, Joko Widodo mengenai rencana pembangunan khususnya di sektor transportasi dan infrastruktur, kami mengundang untuk membahas kelanjutan rencana kerjasama dengan Rusia dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur multi-transportasi dari mulai transportasi Laut, Udara, Darat dan Perkeretaapian melalui Kerjasama dengan skema KPBU.” Ucap Zulfikri. 

Untuk sektor Perkeretaapian akan berfokus kepada fase pembangunan jalur MRT yang meliputi jalur MRT Kalideres-Balaraja, Ujung Menteng-Cikarang, Lebak Bulus-Pondok Cabe-Rawa Buntu. Selain itu kerjasama bidang perkeretaapian yang juga ditawarkan kepada pihak Rusia untuk pembangunan KA Perkotaan dan KA angkutan Barang di Sumatera. Seperti diketahui bersama, kerjasama Indonesia dan Rusia di bidang perkeretaapian sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan JSC Russian Railways melalui PT. Kereta Api Borneo (KAB) untuk membangun jalur kereta api khusus batu bara di Kalimantan Timur tapi berhenti. Namun demikian Kementerian Perhubungan tetap menyambut baik rencana dari pihak Rusia melalui JSC Transmashholding dalam pengembangan sektor perkeretaapian untuk berinvestasi secara jangka panjang di Indonesia.”

Selain sektor transportasi dan infrastruktur, pertemuan ini juga membahas mengenai potensi Kerjasama dalam pengembangan SDM khususnya di bidang pendidikan vokasi dan pelatihan untuk para pengajar, staf dan Taruna/i Akademi dan Politeknik dibawah Kementerian Perhubungan RI. Kementerian Perhubungan RI juga bermaksud untuk mengajak pihak Rusia untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam kerjasama yang saling menguntungkan untuk pengembangan SDM di bidang transportasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Transportasi di Indonesia.”

Delegasi dari Rusia yang diwakili oleh Kirill Igorevich Bogdanov, Deputy Minister, Ministry of Transport of the Russian Federation menyambut baik semua penawaran Kerjasama yang dibahas dalam pertemuan ini. Acara kemudian ditutup dengan penandatangan kesepakatan dari keduabelah pihak perwakilan RI-Rusia yang ditandatangi secara virtual.

Share to:

Berita Terkait:

F