TINGKATKAN PEMAHAMAN PUBLIK, DJKA DAN KCI SELENGGARAKAN SOSIALISASI BERSAMA PEMBANGUNAN STASIUN KRL YANG DIBANGUN PEMERINTAH

Jakarta (07/10) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama dengan PT Kereta Commuter Indonesia mengadakan Sosialisasi Pembangunan Prasarana Perkeretaapian dengan mengajak pegiat Media Sosial seperti Bloger, Komunitas Pengguna KRL serta pewarta poto naik KRL dari Stasiun Cikarang sampai Manggarai pada Kamis 7 Oktober 2021.

Dalam pengantar diskusi ringan setelah melakukan tour, kepala Humas DJKA Supandi mengatakan bahwa selain memberikan experience kepada  peserta yang rata rata pegiat media sosial, kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman tentang tugas fungsi DJKA dan Operator PT. KAI.

"Tadi kita telah merasakan sendiri dan melihat langsung bangunan bangunan Stasiun yang bagus dan megah sepanjang lintas Manggarai Cikarang, silakan sampaikan itu kepada masyarakat" tegas Supandi. Lebih lanjut dikatakan bahwa Pemerintah melalui DJKA tengah melakukan pembangunan prasarana Perkeretaapian di wilayah Jawa Sumatera dan Sulawesi yang tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan layanan angkutan kereta api kepada masyarakat, termasuk proyek DDT dari Manggarai sampai Cikarang.

Supandi juga mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi semacam ini sangat bermanfaat dan efektif dalam menyampaikan Informasi kepada publik. "Saya mengapresiasi kegiatan ini, kolaborasi antara DJKA dan KCI untuk menyampaikan Informasi kepada masyarakat tentang progres pembangunan  DDT ini sangat bermanfaat".

Sementara itu dalam paparannya, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta Banten Rode Paulus menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam mewujudkan pembangunan Stasiun Manggarai sisi barat. “Bangunan megah yang saat ini teman-teman saksikan, tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya kerja keras teman-teman Satker DDT yang bekerja keras dengan waktu terbatas pada window time,” ujar Rode.

Window time yang dimaksud oleh Rode merupakan waktu jeda saat kereta api maupun KRL tidak beroperasi. Dengan memanfaatkan window time, pembangunan dapat terus berlangsung tanpa mengganggu operasional kereta api. “Sering kali teman-teman di lapangan harus melakukan pembangunan dan menjalankan proses switch over di tengah malam hingga dini hari sehingga besoknya pelayanan KRL maupun kereta jarak jauh tetap bisa beroperasi tanpa hambatan,” lanjut Rode.

Pada kesempatan ini, Rode juga menegaskan komitmen DJKA untuk terus merampungkan pembangunan stasiun-stasiun sepanjang jalur DDT, termasuk Stasiun Tambun yang belum berlanjut kembali. “Tahun depan akan kita tuntaskan Stasiun Tambun, sejalan dengan penuntasan pembangunan stasiun-stasiun lain. Mohon doanya agar proses pengerjaan proyek-proyek ini dapat berlangsung dengan lancar,” tambahnya.

Rode menjelaskan, jika proyek DDT ini selesai sepenuhnya, waktu tunggu antar kereta dapat ditekan hingga menjadi 3 menit, dibanding sekarang yang berkisar 7-10 menit. Sebab, nantinya jalur KRL dan kereta api jarak jauh akan terpisah sehingga tidak mengganggu pelayanan satu sama lain. Kecepatan waktu tempuh kereta api juga akan semakin didukung dengan pembangunan underpass di Cibitung yang mengurangi perlintasan sebidang.

Apresiasi terhadap pembangunan Stasiun Manggarai sisi barat dan seluruh stasiun dalam proyek DDT juga disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba. “Perhatian yang diberikan oleh DJKA melalui tim Bapak Rode terhadap pengembangan stasiun-stasiun di wilayah Jakarta-Banten ini sungguh perlu diapresiasi, dan jauh lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” Menurut Anne, peningkatan pelayanan KRL Commuterline akan mustahil dilakukan tanpa adanya pembangunan infrastruktur oleh DJKA Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut, Anne juga menjelaskan dukungan PT Kereta Commuter Indonesia dalam pengembangan Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral. Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan alur pelayanan penumpang di stasiun ini. “Mungkin akan banyak penyesuaian di awal, namun jika kita tidak sama-sama berubah akan sulit untuk mewujudkan pelayanan KRL yang lebih baik dan nyaman. Melalui pembangunan area concourse oleh DJKA ini, penumpang jadi tidak perlu lagi melewati jalur rel kereta api yang berpotensi membahayakan keselamatan kita bersama,” lanjut Anne.

Ajakan dukungan dari masyarakat terhadap pengembangan Stasiun Manggarai juga disampaikan oleh Rode. “Kami membuka peluang selebar-lebarnya bagi masyarakat dan badan usaha yang berminat untuk berkolaborasi melalui skema SPBU dalam pengembangan Stasiun Manggarai ini, terutama untuk jembatan penghubung menuju pusat perbelanjaan Pasaraya Manggarai,” lanjutnya. 

Di akhir paparannya, baik Supandi Rode dan juga Anne mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas stasiun yang telah dibangun oleh DJKA. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk apresiasi semua pihak kepada Pemerintah yang telah membangun prasarana tersebut. (HJA/SPN)

 

Komentar

Kirim Komentar