• Jl.Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat 10110 - Indonesia

Track Geometry Trolley (TGT) Salah Satu Alat Uji Jalur Kereta Api

BEKASI (07/11) Balai Pengujian Perkeretaapian, merupakan salah satu unit kerja dibawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kualitas infrastruktur perkeretaapian di Indonesia.

Peranan jalur kereta api adalah untuk memandu pergerakan atau perjalanan lokomotif, menanggung efek komprehensif dari kontribusi variabel lingkungan dan beban dari roda, mendistribusikan beban roda ke jalan rel, jembatan atau terowongan, menyediakan lintasan yang mulus untuk menjalankan roda, menjaga biaya operasi, kemanan perjalanan dan kenyamanan penumpang dalam kisaran yang diterima dan bantalan dalam kondisi baik.

Kereta api adalah salah satu moda transportasi yang vital di berbagai negara. Untuk memastikan keamanan, keandalan, dan kinerja optimal dari jalur kereta api, penting untuk melakukan pengujian dan pemeliharaan rutin. Salah satu alat yang digunakan dalam pengujian tersebut adalah Track Geometry Trolley (TGT).

Track Geometry Trolley (TGT) adalah sebuah alat khusus yang dirancang untuk mengumpulkan data geometri jalur kereta api. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai instrumen dan sensor yang memungkinkan pengukuran dan analisis terhadap berbagai parameter geometri jalur, seperti tingkat kelurusan (Alignment), beda tinggi jalan rel (Crosslevel/Cant) serta Lebar jalan rel (Gauge).

Pengukuran jalur kereta api menggunakan Track Geometry Trolley (TGT) memiliki peranan penting dalam menjaga keselamatan operasi dan kenyamanan penumpang. Kualitas geometri jalur secara keseluruhan mempengaruhi performa dinamis kereta api dan faktor – faktor eksternal yang menyebabkan deformasi jalur.

Kualitas geometri lintasan kereta api memiliki pengaruh yang menentukan terhadap kinerja dinamis dari jalur kendaraan tersebut. Keselamatan pengoperasian kereta api dan kenyamanan penumpang sebagian besar bergantung pada kelancaran jalur kereta api, terutama untuk jalur kereta api dengan kecepatan tinggi.

Balai Pengujian Perkeretaapian menggunakan TGT Abtust Limited dan Amberg untuk kegiatan pengujian pertama dan berkala jalur kereta api. Abtust Limited memiliki 3 komponen yang melekat pada alat, yaitu sensor yang ada di bagian kanan, kiri dan tengah.

Parameter yang dapat diambil dengan Abtust Limited adalah sebagai berikut:

  1. Lebar sepur atau lebar jalur kereta api (Track Gauge) adalah lebar antara sisi dalam kepala rel pada jalur kereta api.
  2. Beda tinggi (Cant) atau Crosslevel adalah beda tinggi kedua sisi jalan rel pada satu titik.
  3. Twist atau skilu atau beda tinggi adalah perbedaan pertinggian permukaan jalan rel di dua titik pengukuran sepanjang 3 (tiga) meter atau dalam praktek jarak antara 6 bantalan dari sumbu ke sumbu (60 cm antara kedua sumbu bantalan yang berurutan)
  4. Pada lengkung horizontal dapat diketahui seberapa besar peninggian dan pelebarannya dalam bentuk grafik.
  5. Abtust Limited yang dimiliki hanya dapat mengukur jalan kereta api dengan lebar 1067 mm, tidak dapat digunakan untuk mengukur jalan kereta api dengan lebar 1435 mm.

Berikut penjelasan pengoperasian Abtust Limited pada saat pengujian jalur rel kereta api di lintas:

  1. Roda – roda TGT ditempatkan di atas kepala rel. Kemudian dilakukan perakitan sampai alat tersebut terakit sempurna.
  2. Persiapkan tablet atau perangkat komputer portable yang dapat terhubung dengan TGT. Fungsi dari tablet atau perangkat komputer tersebut adalah untuk menyimpan langsung data hasil pengujian jalur rel yang dihasilkan.
  3. Ketika TGT sudah terakit sempurna, alat uji tersebut bisa di dorong jalan kaki dengan kecepatan rata2 manusia jalan 5-10 km/jam atau bisa juga dengan ditarik lori yang kecepatan maksimal 20 km/jam. Apabila kecepatan diatas 20 km/jam TGT tidak bisa membaca hasil yang diperlukan.
  4. Hasil yang tertera akan diolah lagi oleh Tim Penguji Prasarana Balai Pengujian Perkeretaapian agar terbentuk grafik sehingga dapat dipahami dengan mudah.

Alat ini biasanya ditempatkan pada permukaan rel dan ditarik oleh kereta lainnya atau didorong mandiri. Pengukuran yang diperoleh dari alat ini memberikan informasi penting kepada operator prasarana perkeretaapian secara berkala.

Manfaat Pengujian Geometri Rel.

Pengujian geometri rel memiliki manfaat yang signifikan dalam menjaga infrastruktur perkeretaapian. Beberapa manfaatnya termasuk:

  1. Keamanan.
    Mengidentifikasi masalah geometri rel yang berpotensi berbahaya sehingga tindakan perbaikan dapat diambil untuk mencegah kecelakaan.
  2. Kenyamanan Penumpang.
    Memastikan kualitas perjalanan yang lebih halus dan nyaman bagi penumpang dengan menghindari goncangan yang disebabkan oleh geometri rel yang buruk.
  3. Pemeliharaan yang Efisien.
    Memungkinkan perencanaan pemeliharaan yang tepat waktu, yang dapat mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang dan memperpanjang umur pakai peralatan dan rel.
  4. Optimalisasi Operasional.
    Meningkatkan efisiensi operasional dengan memastikan kereta api berjalan pada kecepatan yang ditentukan tanpa resiko kerusakan atau masalah operasional.Track Geometry Trolley (TGT) berfungsi untuk memantau dan menganalisis kondisi geometri jalur kereta api. Data yang dikumpulkan oleh TGT ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah atau ketidaksesuaian pada jalur kereta api, yang dapat mencakup ketidaksesuaian kelurusan, kemiringan yang tidak memadai, perbedaan jarak antara rel yang berlebihan. Informasi ini sangat penting untuk keamanan dan efisiensi operasional jalur kereta api.

Track Geometry Trolley (TGT) umumnya terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain:

  1. Instrumen pengukuran.
    TGT dilengkapi dengan instrumen pengukuran presisi yang mampu mengumpulkan data geometri jalur scara akurat. Instrumen ini mencakup laser, sensor akustik, dan alat lainnya untuk mengukur parameter – parameter pengujian.
  2. Sistem perekam data.
    Data yang dikumpulkan oleh TGT direkam menggunakan sistem perekam data integrasi. Sistem ini dapat menyimpan data secara real time dan mengatur data dalam format yang mudah dianalisis.
  3. Sistem navigasi.
    Untuk mengumpulkan data secara akurat, TGT dilengkapi dengan sistem navigasi yang memastikan posisi dan kecepatan TGT selama pengujian. Ini memungkinkan perekaman data yang tepat terhadap lokasi yang sedang diuji.
  4. Komunikasi dan pemrosesan data.
    TGT seringkali memiliki kemampuan untuk mengirim data secara real time atau melalui penyimpanan internal yang dapat diakses setelah melakukan pengujian. Hal ini memungkinan analisis cepat dan efisien terhadap data yang dikumpulkan.

Penggunaan TGT dalam pengujian perkeretaapian memberikan manfaat yang signifikan, diantaranya:

  1. Mempersingkat waktu dalam pengambilan data di lapangan.
    Pada saat pengambilan data di lapangan, tim penguji prasarana Balai Pengujian Perkeretaapian bisa mendapatkan pengambilan data tiga kali lebih cepat dan lebih akurat pada satu waktu.
  2. Deteksi dini masalah.
    TGT dapat mengidentifikasi masalah pada geometri jalur sebelum masalah tersebut berdampak pada keamanan atau kinerja yang tepat waktu.
  3. Efisiensi operasional.
    Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh TGT, Balai Pengujian Perkeretaapian dapat mengoptimalkan kegiatan pengujian saat di lintas. Sehingga dapat memudahkan tim penguji jalur dan bangunan perkeretaapian saat menguji dengan lintas yang panjang.

Pengujian geometri rel dengan menggunakan TGT merupakan pengujian penting dalam menjaga keamanan dan kualitas prasarana perkeretaapian di Indonesia. Balai Pengujian Perkeretaapian memiliki peran utama dalam menjalankan pengujian ini untuk memastikan bahwa Jalur perkeretaapian tetap dalam kondisi yang baik.

 

HUMAS BALAI PENGUJIAN PERKERETAAPIAN

Share to:

Berita Terkait:

F